Unusa Resmikan SMKB dan Buka Dua Program Dokter Spesialis

SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengambil langkah strategis dalam transformasi institusional dengan meresmikan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan (SMKB) sekaligus membuka dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Unusa membangun perguruan tinggi yang unggul secara akademik serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA menjelaskan, pembentukan SMKB diarahkan sebagai pusat pengembangan pendidikan pascasarjana, pendidikan profesi, serta pelatihan eksekutif di bidang manajemen, kesehatan, dan kebijakan publik berkelanjutan.

“Kami ingin membangun ekosistem akademik yang terintegrasi dan berdampak, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” ujar Tri Yogi dalam Pidato Awal Tahun 2026 yang digelar di Kampus B Unusa Tower, Senin (19/1).

SMKB menaungi sejumlah program studi strategis, di antaranya Magister Manajemen berbasis keberlanjutan, Magister Kesehatan Masyarakat, dan Magister Keperawatan. Kurikulum yang diterapkan dirancang adaptif dengan penekanan pada isu keberlanjutan, transformasi digital, serta kebutuhan industri dan dunia kerja masa kini.

Selain itu, SMKB juga membina Pendidikan Profesi Ners dan Bidan sebagai bagian dari upaya mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga menjunjung tinggi etika dan nilai kemanusiaan.

Di sisi lain, Unusa turut memperkuat sektor layanan kesehatan melalui pembukaan dua PPDS baru. Kehadiran program dokter spesialis ini diharapkan dapat memperluas kontribusi Unusa dalam pemenuhan kebutuhan tenaga medis ahli, khususnya di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Wakil Rektor I Unusa Prof. Dr. Eng. Ir. Ahmad Rusdiansyah, M.Eng menambahkan, SMKB juga akan menghadirkan berbagai program pelatihan bersertifikat, termasuk kepemimpinan berkelanjutan dan ESG.

“Kompetensi seperti ini semakin dibutuhkan di dunia kerja. Mahasiswa perlu dibekali sejak awal agar siap bersaing secara global,” jelasnya.

Untuk mendukung fleksibilitas pembelajaran, sistem perkuliahan di SMKB dirancang dengan model hybrid, memadukan perkuliahan tatap muka dan daring.

Melalui penguatan kelembagaan ini, Unusa menegaskan posisinya sebagai kampus yang adaptif, inovatif, serta berorientasi pada solusi terhadap tantangan sosial, kesehatan, dan pembangunan berkelanjutan.