Antisipasi Kekeringan, Kementerian ESDM Siapkan Data Ketersediaan Air Tanah

JAKARTA (INDONESIAKINI.id) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah menyiapkan data ketersediaan air tanah dalam volume tinggi, sedang, dan rendah.Upaya tersebut untuk mengantisipasi  kekeringan pada musim kemarau 2023, yang berpotensi  lebih panjang dibandingkan tiga tahun terakhir. 

Demikian disampaikan Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi Kementerian ESDM, Siti Sumilah Rita Susilawati, dalam konferensi pers antisipasi kekeringan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (15/2/2023).

Menurut Siti, pihaknya juga   membangun sekitar 3000 sumur bor air tanah dengan kapasitas 200 juta m3/ tahun.

“Sumur bor itu telah dihibahkan kepada pemerintah kota dan kabupaten sebagai antisipasi kekeringan,” katanya.

Siti menuturkan, berdasarkan data ESDM kapasitas air tanah yang ada di bukit dan pegunungan sangat bergantung terhadap air hujan. Siti menambahkan, sejumlah wilayah yang  perlu diantisipasi mengalami kekeringan antara lain selatan Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya, Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau pada 2023 lebih kering dibandingkan dengan periode tiga tahun terakhir (2020-2022). 

Kondisi kemarau yang lebih kering dibandingkan 3 (tiga) tahun terakhir ini mengakibatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akan semakin mudah terjadi. Sehingga pencegahan harus dilakukan sejak dini sebagai bentuk antisipasi.

“Kalau tiga tahun terakhir ini saat musim kemarau masih sering terjadi hujan, maka di tahun ini, intensitas hujan akan jauh menurun,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati melalui keterangan tertulisnya, Jumat (27/1/2023). 

“Kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama daerah-daerah yang selama ini masuk dalam kategori rawan Karhutla seperti di Sumatra dan Kalimantan,” tambahnya. 

Dwikorita membeberkan, berdasarkan hasil monitoring BMKG, suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, saat ini menunjukkan intensitas La Nina yang terus melemah dengan indeks per Januari 2023 dasarian pertama sebesar -0,80 dan pada dasarian kedua adalah sebesar -0.65.