SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meluncurkan Unusa Postdoctoral Fellowship Scheme, sebuah program prestisius yang dirancang untuk menarik peneliti internasional bergelar doktor (Ph.D.) guna melaksanakan riset penuh waktu di bidang-bidang keilmuan unggulan (niche research areas).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Unusa dalam meningkatkan kualitas dan peringkat publikasi internasional serta memperkuat kolaborasi riset global.
Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menjelaskan bahwa program ini diperuntukkan bagi dosen dan peneliti dari institusi luar negeri, sebagai upaya membangun ekosistem riset yang produktif di lingkungan kampus.
“Kami ingin memaksimalkan peran pusat-pusat riset yang telah ada di Unusa. Saat ini terdapat empat pusat riset aktif, yaitu Research Center Tuberculosis di Fakultas Kedokteran; Research Center for Environmental Health of Pesantren di Fakultas Kesehatan; Research Center for Continuing Care Research di Fakultas Keperawatan dan Kebidanan; dan Research Center for Pedagogical Excellence di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,” ujarnya pada Senin (9/6).
Program postdoctoral ini dirancang sebagai wadah kolaboratif bagi peneliti asing dan akademisi Unusa untuk menghasilkan riset berdampak tinggi dan publikasi ilmiah bereputasi. Program ini juga menjadi upaya nyata Unusa dalam membangun jejaring akademik internasional dan memperkuat kapasitas kelembagaan.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unusa, Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D., mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada tiga peneliti dari India dan Filipina yang mendaftar untuk bergabung dalam program ini.
“Beberapa topik yang kami prioritaskan untuk kolaborasi antara lain Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Tropis, Teknologi dan Inovasi Digital, Pendidikan dan Kebudayaan, Lingkungan, Ketahanan Pangan dan Gizi, serta Keperawatan dan Kebidanan Terapan,” jelasnya.
Adapun syarat umum bagi kandidat peserta meliputi:
– Memiliki gelar Ph.D. dari institusi terakreditasi
– Memiliki publikasi ilmiah bereputasi internasional
– Bersedia tinggal dan bekerja penuh waktu di Indonesia minimal satu tahun
– Menguasai bahasa Inggris secara aktif (kemampuan berbahasa Indonesia menjadi nilai tambah)
– Siap terlibat dalam pengajaran, publikasi bersama, dan pengembangan kapasitas institusi
Unusa menyediakan tunjangan hidup bulanan yang kompetitif, subsidi akomodasi, fasilitas riset dan akses laboratorium, bantuan administratif dan visa, serta peluang kolaborasi internasional dan publikasi ilmiah.
“Program ini adalah wujud komitmen Unusa dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan mendunia,” pungkas Prof. Jazidie.





