News  

Komdigi dan Indosat Luncurkan AI Center of Excellence Dorong Kedaulatan Digital Indonesia

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) secara resmi meluncurkan Indonesia’s AI Center of Excellence pada Kamis (10/7/2025) sebagai ekosistem nasional yang inklusif untuk mendorong daya saing Indonesia di bidang kecerdasan buatan (AI). Peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Komdigi dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Cisco, dan NVIDIA.

Pusat AI ini akan menjadi tulang punggung transformasi digital Indonesia, dengan dukungan infrastruktur digital Indosat, teknologi komputasi AI mutakhir dari NVIDIA, serta keamanan infrastruktur cerdas dari Cisco. Kolaborasi ini bertujuan membangun kedaulatan digital nasional, memperluas akses AI secara merata, dan mencetak talenta digital berdaya saing global.

AI Center of Excellence ini akan menjalankan program-program strategis melalui enam pilar utama:

1. AI Sandbox, untuk pengembangan aplikasi AI nyata pada sektor-sektor prioritas nasional.

2. Pelatihan dan sertifikasi AI serta data, menyasar puluhan ribu talenta digital Indonesia.

3. Akselerator startup lokal, guna mendukung pertumbuhan perusahaan rintisan berbasis teknologi.

4. Enterprise hub, sebagai wadah kolaborasi solusi antara pelaku industri dan inovator.

5. Platform pengembangan Large Language Model (LLM) berskala nasional.

6. Forum think-tank nasional, yang akan merumuskan kebijakan AI secara etis dan bertanggung jawab.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kedaulatan digital dapat dibangun bersama. “Kami ingin Indonesia tak hanya menjadi pasar, tetapi juga rumah bagi inovasi dan teknologi AI yang relevan dengan kebutuhan bangsa,” ujarnya.

President Director & CEO IOH, Vikram Sinha, menambahkan bahwa AI harus bersifat inklusif dan merata. “Kami ingin masyarakat Indonesia bukan hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta dan inovator AI. Komitmen kami adalah mempercepat pertumbuhan Indonesia melalui pemerataan akses teknologi,” tegasnya.

Dari sisi infrastruktur, AI Center of Excellence akan mengembangkan infrastruktur AI berdaulat pertama di Indonesia. Indosat melalui Lintasarta, menjadi yang pertama di Asia Tenggara yang mengintegrasikan teknologi NVIDIA GB200 NVL72, mendukung kebutuhan generative AI dan komputasi performa tinggi (HPC).

Untuk aspek keamanan, Cisco menghadirkan Sovereign Security Operations Center (SOC) Cloud Platform, yang didukung teknologi Splunk dan layanan Managed Security Services, sebagai solusi untuk perlindungan aset digital dan informasi strategis nasional. SOC ini dirancang untuk mampu mendeteksi ancaman berbasis AI dan terintegrasi dengan infrastruktur digital Indonesia.

AI Center of Excellence juga memiliki misi besar dalam program AI for All, yang menargetkan terbukanya akses teknologi AI bagi ratusan juta masyarakat Indonesia pada tahun 2027 melalui jaringan seluler Indosat, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil.

Dalam hal pengembangan sumber daya manusia, pusat AI ini menargetkan membekali satu juta masyarakat Indonesia dengan kecakapan digital di bidang jaringan, keamanan, dan AI hingga 2027.

NVIDIA akan memberikan pelatihan melalui Deep Learning Institute dan mendukung startup lewat program Inception. Sementara Cisco melalui Cisco Networking Academy berkomitmen melatih 500.000 orang Indonesia hingga 2030.

Senior Vice President Telecom NVIDIA, Ronnie Vasishta, menyatakan pentingnya menjadikan AI dapat diakses oleh semua orang. “Kolaborasi ini bukan hanya membawa teknologi, tetapi juga membangun fondasi ekosistem AI yang kokoh, sebagai model bagi negara lain,” katanya.

Dengan peluncuran AI Center of Excellence ini, Indonesia mengambil langkah strategis dalam memperkuat ekosistem digital nasional yang aman, tangguh, dan berkelanjutan, demi menghadapi tantangan serta peluang di era kecerdasan buatan.