Daerah  

Bangun Generasi Unggul, LDII Jatim Gandeng BKKBN Tekan Stunting

GRESIK – DPW LDII Jawa Timur menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program percepatan penurunan angka stunting nasional. Salah satu langkah strategisnya adalah menjalin kerja sama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, yang ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Gedung DPD LDII Kabupaten Gresik, Minggu (27/7/2025).

Kegiatan dimulai dengan pemeriksaan hemoglobin (HB) untuk para santri Pondok Pesantren Minhajurosyidin Gresik sebagai bagian dari skrining kesehatan awal. Pemeriksaan ini disaksikan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati, bersama jajaran pengurus DPW LDII Jatim. Langkah ini menjadi implementasi awal kolaborasi dalam mendukung program nasional penurunan stunting.

Mengangkat tema “Membangun Generasi Sehat dan Cerdas Menuju Indonesia Emas 2045,” kerja sama ini menjadi momentum penting sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga pemerintah dalam mengedukasi sekaligus menggerakkan aksi nyata di masyarakat.

Dalam sambutannya, Maria Ernawati menyampaikan apresiasi atas dukungan LDII dalam menyukseskan berbagai program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan keluarga dan pencegahan stunting.

“Sinergi seperti ini sangat kami harapkan. LDII memiliki jaringan hingga ke tingkat desa dan RT, yang menjadi kekuatan besar dalam menyebarkan informasi dan mengubah perilaku masyarakat,” ungkap Maria.

Ia juga menyoroti adanya keselarasan antara program-program prioritas BKKBN, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (Sidaya), serta pemanfaatan teknologi melalui Super Apps Keluarga, dengan gerakan yang dilakukan LDII.

Penandatanganan PKS ini turut disaksikan secara luring dan daring oleh pengurus Wanita LDII dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Seminar bertema pencegahan stunting juga digelar sebagai bagian dari kegiatan, untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), gizi seimbang, serta peran keluarga dalam membentuk generasi unggul.

Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Amrodji, menegaskan bahwa kerja sama ini adalah bentuk nyata kontribusi LDII dalam pembangunan bangsa dari aspek keluarga.

“LDII siap menjadi mitra strategis pemerintah. Melalui kader wanita kami yang tersebar hingga tingkat kelurahan, kami akan terus menyuarakan pentingnya edukasi keluarga sehat, pola asuh positif, serta gaya hidup bersih dan sehat demi mewujudkan keluarga berkualitas,” tegas KH Amrodji.

Ia juga menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-10 LDII Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Agustus 2025 di Surabaya.

Senada dengan itu, Ketua Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPW LDII Jatim sekaligus ketua panitia kegiatan, Emie Santoso, menyampaikan bahwa PKS ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU antara DPP LDII dan BKKBN Pusat tahun lalu di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri.

“Program-program BKKBN Jatim sangat sejalan dengan kegiatan pembinaan keluarga yang selama ini dijalankan LDII, mulai dari usia dini, anak sekolah dasar, remaja, pranikah, sarimbit, hingga lansia,” jelas Emie.

Melalui kerja sama ini, diharapkan sinergi antara LDII Jatim dan BKKBN terus berlanjut hingga tingkat kecamatan, kelurahan, bahkan menyentuh langsung keluarga-keluarga di masyarakat. Tujuannya tak lain adalah mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan tangguh, sebagai fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.