Harga Gas Melon Meroket Di Ketapang !! Mereka Yang Punya Kepentingan Ada Dimana Melihat Fenomena Ini???

Indonesiakini.id—Ketapang–28 Juli 2025–Kelangkaan Gas Melon (LPG 3 kg) di Ketapang menjadi masalah yang berulang dan meresahkan masyarakat, terutama para ibu-ibu rumah tangga dan para pedagang kecil lainnya.

Kelangkaan ini ditandai dengan sulitnya mendapatkan gas melon di tingkat pengecer, bahkan beberapa harus berkeliling ke banyak tempat untuk mencari.

Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab kelangkaan ini adalah distribusi yang tersendat dan tidak merata yang terjadi dilapangan dan kurang pengawasan.

Seorang ibu rumah tangga bernama Ana dan mewakili sebagian masyarakat Ketapang dan para pedagang kecil yang menggunakan gas melon 3 kilo di Sampit mengatakan keluhannya, ” sudah keliling cari gas melon dapat pun minta ampun harganya Rp.48.000 pertabung, endak dibeli salah kalau endak beli mau masak apa kita mana ekonomi susah dan harga-harga semua mahal”, keluhanya

indonesiakini.id bertanya ke tokoh-tokoh pengecer di seputar Ketapang,mereka mengatakan agak sulit mendapatkan gas melon 3 kilo dan kami tidak tahu penyebabnya sedangkan kami ambil harga bervariasi dan kita pedang pun mau cari untung.

Fenomena kelangkaan gas melon 3 kilo sering terjadi harganya yang ada sekarang rata mencapai Rp.50.000 sampai harga Rp.48.000 ini luar biasa sekali yang terjadi terkait gas melon 3 kilo Bersubsidi

Media Indonesiakini.id Ketapang meminta informasi dari masyarakat Kendewangan dan beberapa lainnya, disana harga gas melon 3 kilo Rp 35.000 di eceran, di Kecamtan Sandai tembus di harga Rp.35.00 – Rp.40.000 , kondisi ini hampir merata di Kexamatan lainnya di Kabupaten Ketapang

Beberapa poin penting terkait kelangkaan gas melon di Ketapang dan Keluhan Masyarakat:

Masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga dan pedagang makanan dan gorengan mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon 3 kilo dan harga yang melambung tinggi.

Distribusi Terhambat:

Pangkalan gas dilaporkan mengalami kendala dalam penyaluran gas, bahkan beberapa pangkalan kehabisan stok.

Desakan Evaluasi:

Wakil Ketua Komisi II DPRD Ketapang mendesak Hiswana Migas dan pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi jalur distribusi dan mengambil langkah konkret.

Ancaman Inspeksi:

Jika kelangkaan tidak teratasi, DPRD Komisi II mengancam akan melakukan inspeksi mendadak ke agen dan pangkalan. Kelangkaan gas melon ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kebutuhan energi rumah tangga.

Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini agar tidak berlarut-larut dan meresahkan.

Semoga menjadi perhatian serius olah Iswana Migas Ketapang dan BPH Migas terkait ini dan harus ada langkah nyata menyikapi fenomena kelangkaan gas melon 3 kilo di Kabupaten Ketapang.(Sukardi)