DBL Indonesia Wujudkan Semangat Haornas 2025 Lewat Sportivitas dan Kolaborasi

SURABAYA – Di usia kemerdekaannya yang ke-80, Indonesia tahun ini merayakan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 dengan tema “Olahraga Satukan Kita”.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyebut tema ini diangkat karena kondisi sosial politik bangsa belakangan ini yang diwarnai gejolak di masyarakat. Pemerintah berharap olahraga tidak hanya menjadi sarana meraih prestasi, tetapi juga wahana memperkokoh persatuan.

“Olahraga mengajarkan kita sportivitas, menghormati lawan, dan menerima hasil dengan lapang dada. Nilai-nilai ini adalah teladan yang bisa kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo dalam sambutannya, (09/09/25) Selasa.

Menurut Dito, kemenangan terbesar dalam olahraga bukan hanya saat mengangkat piala, melainkan ketika mampu saling menghargai, mendukung, dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk bersatu.

Sebagai perusahaan sports management, DBL Indonesia menjadi salah satu pihak yang konsisten mendukung semangat Haornas. Sejak 2004, kompetisi basket DBL telah menanamkan nilai sportivitas lewat aturan yang dijalankan puluhan tahun.

Salah satunya penerapan sistem respect the game sejak 2016. Dalam aturan ini, tim yang unggul 20 poin wajib bertahan di area sendiri tanpa melewati garis tengah lapangan, memberi peluang tim tertinggal untuk mengejar.

“Aturan itu diberlakukan agar student athlete bisa mengembangkan permainan dan menumbuhkan daya juang mereka,” jelas Astrid Septiana Putri, Senior Manager Event DBL Indonesia.

Selain itu, DBL juga menanamkan sportivitas dengan kewajiban tim pemenang memberi penghormatan kepada lawan, serta aturan ketat bagi suporter. Suporter dilarang melakukan tindakan provokatif, kasar, rasis, atau bullying. Bahkan, tim bisa terkena skorsing jika suporternya melanggar.

Sebaliknya, DBL memberikan penghargaan bagi suporter yang sportif dan kreatif sejak 2008, seperti Best Chant, Best Choreo, Best Coordinator Supporter, hingga Most Discipline Supporter.

Menpora juga memaparkan lima langkah nyata pembangunan olahraga, yakni:

1. Membudayakan olahraga sejak dini.

2. Memperluas akses ruang olahraga publik.

3. Penguatan pembinaan prestasi atlet berbasis sport science.

4. Mendorong pertumbuhan sport industry dan sport tourism.

5. Membangun kolaborasi lintas sektor.

Dalam hal ini, DBL Indonesia telah menerapkan sejumlah langkah tersebut. Misalnya, dukungan sport science bagi peserta berupa pengukuran fisik, kerja sama dengan kampus olahraga, hingga mendorong tumbuhnya industri olahraga.

Meski berstatus kompetisi basket pelajar, DBL telah memberi dampak ekonomi dengan melibatkan ribuan tenaga kerja, vendor lokal, UMKM, hingga sektor pariwisata di 31 kota dan 22 provinsi.

“Pembangunan olahraga bukan hanya tanggung jawab Kemenpora atau Pemda, tetapi kerja bersama seluruh elemen bangsa. Dan, alhamdulillah DBL Indonesia sudah melakukannya,” ujar Menpora.