PetroChina Kembalikan Lahan Konservasi Gambut Londerang, Bukti Komitmen Rehabilitasi Lingkungan
Jambi – Upaya pemulihan lingkungan hutan dan daerah aliran sungai di wilayah kerja Jabung, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, menunjukkan progres yang signifikan. PetroChina International Jabung Ltd., sebagai pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan, secara resmi menyerahkan kembali 34 hektare lahan Kawasan Hutan Lindung Gambut Londerang kepada Kementerian Kehutanan. Penyerahan ini merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban perusahaan terkait penggunaan lahan untuk jalur pipa, tempat produksi, dan sumur eksploitasi.
Proses serah terima simbolis dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2025 di Jakarta. Wakil Presiden Operasi PetroChina, Khostarosa Andhika Jaya, menyerahkan hasil rehabilitasi lahan kepada Dyah Murtiningsih, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan.
Keberhasilan upaya rehabilitasi ini tidak lepas dari evaluasi mendalam yang dilakukan oleh tim independen. Tim ini terdiri dari perwakilan berbagai instansi, termasuk BPDAS Batanghari, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, dan UPTD KPH Unit XIV Tanjung Jabung Timur. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pertumbuhan vegetasi yang luar biasa, mencapai 95,88 persen.
Keberhasilan ini didukung oleh penanaman beragam jenis vegetasi asli yang telah beradaptasi dengan baik di area tersebut. Beberapa jenis tanaman yang berhasil tumbuh subur meliputi jelutung rawa, pulai rawa, balangeran, kayu aro, jengkol, nangka, dan pinang. Penanaman dilakukan dengan jarak 3×3 meter, menempatkan sekitar 1.100 batang per hektare. Rata-rata tinggi tanaman yang tercapai adalah 127,5 cm, menandakan kondisi lingkungan yang semakin membaik dan kondusif bagi pertumbuhan flora.
Sejak tahun 2022, PetroChina telah menunjukkan komitmen kuat dalam program rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) dan Kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) di Tanjung Jabung Timur. Dedikasi perusahaan dalam upaya keberlanjutan lingkungan mendapatkan pengakuan resmi. Pada tahun 2023, PetroChina menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas kontribusinya dalam rehabilitasi DAS dan reklamasi lahan seluas 473 hektare, serta penataan 40 hektare hutan kota di Muara Sabak Barat.
Program Rehabilitasi yang Luas dan Beragam
Selain menyelesaikan tanggung jawab reklamasi dan rehabilitasi lahan di wilayah operasionalnya, PetroChina juga aktif berpartisipasi dalam berbagai program pelestarian lingkungan yang lebih luas. Salah satu fokus utama adalah penanaman mangrove. Program ini tidak hanya dilaksanakan di Jambi, tetapi juga di berbagai lokasi strategis lainnya di seluruh Indonesia.
Hingga saat ini, perusahaan telah berhasil menanam lebih dari 93.000 bibit mangrove. Angka ini mencakup berbagai proyek penanaman yang tersebar di beberapa wilayah:
- Waitambi, Tanjung Jabung Timur, Jambi: Sebanyak 35.200 bibit mangrove telah ditanam di area ini, berkontribusi signifikan terhadap pemulihan ekosistem pesisir yang vital.
- Pangkal Babu, Tanjung Jabung Barat, Jambi: Di lokasi ini, 10.813 bibit mangrove telah ditanam, memperkuat garis pantai dan mendukung keanekaragaman hayati laut.
- Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara: Sebanyak 10.000 bibit mangrove ditanam di kawasan ini, menunjukkan komitmen pelestarian lingkungan bahkan di wilayah perkotaan padat.
- Pulau Pari, Kepulauan Seribu: 5.000 bibit mangrove ditanam di salah satu pulau indah di Kepulauan Seribu, membantu menjaga kelestarian ekosistem laut dan pesisir.
Program penanaman mangrove ini memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mencegah abrasi, melindungi wilayah dari bencana alam seperti tsunami, serta menjadi habitat bagi berbagai spesies laut. Keterlibatan PetroChina dalam program-program ini mencerminkan pendekatan holistik perusahaan dalam mengelola dampak operasionalnya dan berkontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan Indonesia. Komitmen jangka panjang ini diharapkan dapat terus berlanjut, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.





