Daerah  

KOALISI ORMAS KALTENG INVESTIGASI LAPANGAN KASUS PENEMBAKAN EMPAT WARGA DESA KENYALA : “DITEMBAK KARENA TERUS MELAJU”

Palangka Raya – Koalisi Ormas Kalteng melakukan investigasi lapangan terkait penembakan empat warga desa Kenyala oleh oknum aparat yang ngepam di PT Karunia Kencana Permaisejati (KKP), pada hari Senin (29/12/2025).

Berdasarkan keterangan para korban dan tokoh adat setempat, keempat warga tersebut ditembak ketika dicegat oleh oknum aparat yang ngepam PT KKP 3 dimana lokasi pencegatan sudah di luar areal lokasi kebun perusahaan. Keempat warga tersebut berada di belakang pikap. Karena pikap tidak berhenti maka oknum tersebut langsung melepaskan tembakan sehingga mengenai keempat warga yang berada di belakang. Merasa ditembaki oknum aparat, pikap tersebut terus melaju menuju Desa Kenyala.

Menurut warga mereka tidak ada melawan aparat, mereka ditembaki hanya karena tidak berhenti. Saat ini para korban masih menjalani perawatan di desa Kenyala karena pihak rumah sakit menolak untuk melakukan penanganan terhadap para korban. Diduga pihak rumah sakit tidak mau menangani para korban karena takut diperiksa terkait kasus penembakan keempat warga tersebut.

Wakil Ketua Tim Investigasi Ormas Kalteng, Megawati sangat menyayangkan aksi penembakan warga tersebut oleh oknum aparat yang seharusnya mengayomi masyarakat.

“Ini sudah kesekian kalinya warga Dayak ditembak oleh oknum yang ngepam di perusahaan sawit. Kami mempertanyakan apa dasar penempatan oknum aparat ngepam di perusahaan sawit. PBS itu bukan obyek vital milik negara, itu milik swasta. Mestinya perusahaan menggunakan pengamanan dari masyarakat sekitar kebun, bukan meminta pengamanan dari oknum aparat negara karena digaji oleh negara. Kami mendesak agar oknum aparat ditarik dari seluruh perusahaan sawit di Kalteng”, ujar Mega.

PT KKP 3 Masuk Kawasan Hutan dan Abaikan Kewajiban Plasma

Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah, PT Karunia Kencana Permaisejati (Wilmar Group) diduga tidak mengantongi Ijin Pelepasan Kawasan Hutan alias berstatus kawasan hutan dan tidak ada memberikan plasma minimal 20% kepada masyarakat desa di sekitar kebun.

“Mengacu kepada kebijakan pemerintah saat ini yang melakukan penertiban perkebunan sawit yang masuk kawasan hutan, maka kebun PT KKP 3 harus disegel seluruhnya oleh Satgas Garuda. Kami mendesak agar seluruh oknum aparat ditarik dari perkebunan sawit agar tidak terus terjadi penembakan terhadap masyarakat Dayak,” ujar Cristina Bangkan salah satu anggota Tim Investigasi Ormas Kalteng.

Konflik sosial berkepanjangan antara masyarakat Desa Kenyala dengan perusahaan Wilmar Group sidah berlangsung hampir 20 tahun karena perusahaan tidak memberikan plasma sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah sementara kawasan hutan yang merupakan ruang hidup masyarakat adat sudah habis dibabat oleh PT KKP 3 untuk perkebunan sawit sehingga kehadiran PBS PT KKP 3 membuat kehidupan masyarakat sekitar kebun makin terjepit dan miskin.

Sementara itu bencana banjir, limbah pabrik dan limbah racun herbisida berdampak pada kehidupan masyarakat di Desa Kenyala.

Koalisi Ormas Kalimantan Tengah bersama masyarakat dalam waktu dekat akan menggelar demo besar-besaran di perusahaan PT KKP 3 untuk mendesak PT KKP 3 merealisasi plasma untuk masyarakat desa Kenyala. Koalisi juga akan menggelar aksi demonstrasi di Polda Kalteng mendesak penarikan oknum dari perusahaan sawit karena di daerah lain tidak ada penempatan di perkebunan sawit. Hanya di Kalteng saja oknum aparat dijadikan alat pengamanan di perusahaan sawit sehingga ada indikasi penyimpangan tupoksi sebagai alat negara.

(Mely)