Dewan Pertahanan Nasional Perkuat Kapasitas dengan Pelantikan 12 Tenaga Ahli Strategis
Jakarta – Kementerian Pertahanan menjadi saksi pelantikan 12 tenaga ahli baru untuk Dewan Pertahanan Nasional (DPN) pada Kamis, 15 Januari 2026. Acara khidmat ini dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) yang juga menjabat sebagai Ketua Harian DPN, Sjafrie Sjamsoeddin. Pelantikan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas DPN dalam merumuskan kebijakan pertahanan negara yang komprehensif dan adaptif terhadap dinamika global.
Keputusan pengangkatan para tenaga ahli ini didasarkan pada landasan hukum yang kuat, yaitu Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2024 mengenai Dewan Pertahanan Nasional, serta Keputusan Ketua Harian DPN Nomor KEP/3/KH/X/2025 tentang Pengangkatan Tenaga Ahli di lingkungan DPN. Kehadiran para ahli ini diharapkan dapat membawa perspektif baru dan mendalam dalam berbagai aspek pertahanan nasional.
Wajah-Wajah Baru di DPN: Dari Akademisi hingga Seniman
Di antara 12 individu yang dilantik, terdapat nama-nama yang berasal dari berbagai latar belakang keahlian, mencerminkan kebutuhan DPN akan keragaman kompetensi. Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh, putra dari tokoh ternama Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun. Sabrang, yang juga dikenal sebagai Neo, vokalis band Letto, kini akan mengabdikan keahliannya sebagai Tenaga Ahli di DPN.
Para tenaga ahli yang dilantik ini mengemban peran krusial dalam berbagai tingkatan, mulai dari Tenaga Ahli Utama, Madya, hingga Muda. Daftar lengkap para profesional yang dipercaya mengemban amanah ini antara lain:
- Prof. Dr. Surachman Surjaatmadja
- Dr. Ian Montratama
- Dr. Ing. M. Abdul Kholiq
- Agato P. P. Simamora, S.H., M.H.
- Dr. Achmad Rully
- Filda Citra Yusgiantoro, Ph.D
- Dr. Ir. Jupriyanto
- Frank Alexander Hutapea, S.H.
- Sabrang Mowo Damar Panuluh, B.Math., B.Sc.
- Santiaji Dyatmiko
- Maundri Prihanggo, S.T., M.Sc.
- Dr. Muhammad Zulkarnain Maddatuang, M.Si.
Keberagaman latar belakang para tenaga ahli ini, mulai dari akademisi terkemuka, praktisi hukum, hingga figur yang dikenal luas di publik, menunjukkan komitmen DPN untuk merangkul berbagai perspektif demi penguatan pertahanan nasional.
Kebutuhan Organisasi dan Kompetensi Jadi Kunci Utama
Menanggapi pertanyaan mengenai proses seleksi dan penunjukan para tenaga ahli, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, memberikan klarifikasi penting. Beliau menegaskan bahwa penunjukan ke-12 tenaga ahli ini telah melalui proses yang matang dan didasarkan sepenuhnya pada kebutuhan organisasi DPN.
“Penunjukan 12 tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan pertimbangan profesional atas kompetensi serta keahlian yang relevan,” ujar Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait melalui pesan singkat pada Minggu, 18 Januari 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa setiap individu yang terpilih memiliki kualifikasi dan keahlian yang secara spesifik dibutuhkan untuk mendukung fungsi dan tugas DPN.

Figur Publik Bukan Penentu, Pemikiran Strategis yang Utama
Lebih lanjut, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait secara tegas membantah anggapan bahwa status sebagai figur publik menjadi faktor penentu dalam proses seleksi. Ia menekankan bahwa yang menjadi pertimbangan utama adalah kemampuan individu dalam memberikan kontribusi pemikiran strategis yang krusial bagi DPN.
“Latar belakang publik figur bukan menjadi dasar penunjukan, yang menjadi pertimbangan utama adalah kontribusi pemikiran strategis yang dibutuhkan Dewan Pertahanan Nasional dalam mendukung perumusan kebijakan pertahanan negara,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa DPN mengutamakan kedalaman analisis, wawasan strategis, dan kemampuan intelektual para calon tenaga ahli. Proses rekrutmen dan seleksi yang dilakukan telah melalui mekanisme kelembagaan yang transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, memastikan bahwa setiap individu yang terpilih benar-benar mampu memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan pertahanan negara. DPN berkomitmen untuk terus memperkuat fondasi pertahanan nasional melalui kolaborasi dengan para ahli terbaik bangsa.







