Hukum  

Modus Tanya Alamat, Motor Milik Pelajar Digasak Komplotan Penipu di Depok

DEPOK – Aksi penipuan dengan modus mengelabui korban kembali terjadi di Kota Depok. Seorang pelajar menjadi korban pencurian sepeda motor setelah diperdaya oleh pelaku yang berpura-pura menanyakan alamat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026, sekitar pukul 15.15 WIB. Korban yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Abdul Fatah, Panggulan, Kompleks Gracia, RT 02/RW 05, Kelurahan Pengasinan, didatangi seorang pria yang mengaku sedang mencari alamat.

Setelah berbincang, pelaku mengatakan bahwa sepeda motor yang digunakan korban sangat mirip dengan kendaraan yang disebut pernah dipakai dalam kasus asusila terhadap anak pelaku. Dengan berbagai alasan, korban kemudian diajak berpindah lokasi dari kawasan Panggulan menuju sekitar Puskesmas Pengasinan, lalu ke Jalan Al Ikhlas, Kompleks BSI 2.

Di lokasi yang relatif sepi tersebut, pelaku meminta izin untuk meminjam sepeda motor korban. Namun, setelah kendaraan diserahkan, pelaku justru membawa kabur sepeda motor tersebut dan diduga dibantu komplotannya yang telah menunggu di sekitar lokasi.

Akibat kejadian itu, korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda Beat Street warna hitam tahun 2021 dengan nomor polisi B 6283 ZTB.

Ayah korban, Endang Sulas Setiawan, S.H., telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sawangan, Depok. Laporan itu tercatat dengan Nomor: LP/B/314/V/2026/SPKT/Sek.Bojongsari/Restro Depok/PMJ, tertanggal 31 Mei 2026.

Menurut pelapor, wajah pelaku terekam kamera CCTV milik warga di kawasan Panggulan. Karena itu, pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut serta mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.

“Kami berharap laporan ini segera ditindaklanjuti sehingga pelaku dapat ditangkap dan tidak ada lagi korban lain dengan modus serupa,” ujar pihak keluarga.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap orang yang tidak dikenal yang mengajak berpindah lokasi atau meminjam kendaraan dengan berbagai alasan, terutama terhadap anak-anak dan pelajar yang kerap menjadi sasaran para pelaku kejahatan. (Zefferi)