Semangat Petualangan Menurun: Farida Nurhan dan Cucu Lakukan Trekking Perdana di Bukit Paniisan
Gaya hidup aktif dan kecintaan pada alam bebas yang dimiliki oleh Farida Nurhan tampaknya telah menular kepada cucu semata wayangnya, Radika Putra Sydharta, yang akrab disapa Dika. Momen kebersamaan mereka baru-baru ini terekam saat keduanya melakukan aktivitas trekking di Bukit Paniisan, sebuah destinasi yang berlokasi di kawasan Sentul, Bogor. Kawasan ini dipilih karena lokasinya yang strategis dan tidak terlalu jauh dari kediaman Farida dan Dika yang juga bertempat di Sentul.
Keinginan Dika untuk turut serta dalam petualangan mendaki gunung bersama sang nenek, yang dikenal kerap menaklukkan puncak-puncak tertinggi di Indonesia, semakin menguat. Menyadari antusiasme cucunya, Farida Nurhan pun merencanakan sebuah pemanasan yang ideal. Trekking ke Bukit Paniisan menjadi pilihan pertama, sebagai persiapan sebelum Dika diajak mendaki gunung-gunung yang memiliki ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau lebih. Bukit Paniisan sendiri sangat cocok bagi para pendaki pemula, termasuk anak-anak seperti Dika, karena ketinggiannya yang relatif rendah, yaitu kurang dari 1.000 mdpl.
Momen Berharga di Jalur Pendakian
Perjalanan trekking Farida Nurhan dan Dika ke Bukit Paniisan terekam dalam serangkaian potret yang dibagikan.
Potret kebersamaan Farida Nurhan dan cucunya, Dika, yang berhasil mencapai Puncak Paniisan dengan ketinggian 846 mdpl.
Pendakian mereka diwarnai dengan turunnya hujan, yang membuat jalur pendakian menjadi cukup licin. Farida, yang akrab disapa Omay oleh Dika, dan sang cucu harus mengenakan jas hujan agar aktivitas mereka tetap dapat dilanjutkan.

Akibat guyuran hujan, tanah di sepanjang jalur menjadi becek. Hal ini membuat sepatu Farida dan Dika terlumuri lumpur.

Meskipun demikian, Dika menunjukkan ekspresi kegembiraan yang luar biasa setelah berhasil mencapai Puncak Paniisan. Momen ini menjadi pemanasan awal yang sangat berarti bagi Dika sebelum ia berpartisipasi dalam pendakian gunung-gunung yang lebih menantang bersama neneknya.

Farida memang sengaja tidak langsung mengabulkan keinginan Dika untuk ikut mendaki gunung-gunung tinggi bersamanya. Ia menekankan pentingnya melakukan pemanasan terlebih dahulu agar Dika tidak merasa terkejut atau kewalahan dengan medan yang lebih berat.

Keunggulan Bukit Paniisan adalah medannya yang sangat cocok untuk pendaki pemula dan anak-anak seperti Dika. Jalurnya relatif aman, namun tidak mengurangi keindahan pemandangan alam yang ditawarkan.

Sesampainya di Puncak Paniisan, mereka disambut dengan pemandangan hutan yang masih hijau lebat dan udara yang terasa begitu segar dan asri.

Selain menyajikan keindahan alam, Bukit Paniisan juga memiliki beberapa air terjun atau curug. Farida dan Dika sempat memanfaatkan kesempatan ini untuk membersihkan sepatu mereka yang berlumpur dan bermain air sejenak.

Momen quality time seperti ini sangat dinikmati oleh Farida Nurhan, yang merasakan kebahagiaan dapat menghabiskan waktu berkualitas bersama cucu kesayangannya.

Tantangan dan Kegembiraan di Ketinggian 846 mdpl
Dalam perjalanan trekking mereka menuju Bukit Paniisan, Farida Nurhan dan Dika berhasil mencapai puncak dengan ketinggian 846 mdpl. Ketinggian ini terbilang aman dan sangat sesuai bagi para pendaki pemula, termasuk Dika yang baru pertama kali merasakan pengalaman trekking. Awalnya, Farida sempat merasa sedikit khawatir apakah cucunya akan cepat lelah. Namun, kekhawatirannya terbukti tidak beralasan. Dika menunjukkan semangat yang luar biasa, tetap kuat, dan terlihat sangat menikmati setiap momen dalam petualangan trekkingnya.
Pengalaman ini tidak hanya menjadi ajang pemanasan fisik bagi Dika, tetapi juga mempererat ikatan antara nenek dan cucu melalui aktivitas yang positif dan menyehatkan. Semangat petualangan yang ditunjukkan Dika menjadi bukti nyata bahwa kecintaan pada alam dan tantangan bisa tumbuh sejak usia dini, dengan bimbingan serta dukungan dari orang-orang terdekat seperti Farida Nurhan.













