Duel Gengsi Persebaya vs PSM: Adu Mental di Tengah Tekanan Hasil Minor
Pertarungan antara Persebaya Surabaya dan PSM Makassar dalam pekan ke-23 Liga Super 2025/2026 diprediksi akan berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama datang dengan beban target bangkit setelah menelan hasil yang kurang memuaskan di beberapa laga terakhir. Namun, rekor tandang PSM Makassar yang terbilang buruk musim ini menjadi sorotan dan membuka peluang bagi Persebaya untuk memaksimalkan laga kandang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Rekor Tandang PSM yang Memprihatinkan
PSM Makassar, yang dikenal sebagai salah satu tim tangguh di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, justru menunjukkan performa yang inkonsisten saat bermain di luar kandang. Hingga pekan ke-23, Juku Eja hanya mampu meraih tiga kemenangan dari total sebelas pertandingan tandang yang telah dilakoni. Angka ini tentu menjadi catatan yang kurang meyakinkan bagi tim sekelas PSM.
Rincian performa tandang PSM Makassar adalah sebagai berikut:
* Tiga kemenangan
* Tiga hasil imbang
* Lima kekalahan
Dengan catatan tersebut, rata-rata poin yang berhasil dikumpulkan PSM di laga tandang hanya menyentuh angka 1,09 per pertandingan.
Selain minimnya kemenangan, produktivitas gol PSM saat bermain jauh dari Makassar juga tidak terlalu menggembirakan. Mereka tercatat hanya mencetak 13 gol, namun sudah kebobolan sebanyak 16 kali. Hal ini mengindikasikan bahwa lini pertahanan PSM belum sepenuhnya solid ketika mereka harus bermain sebagai tim tamu.
Situasi ini menjadi konteks penting jelang bentrokan melawan Persebaya Surabaya. Laga yang selalu sarat gengsi ini diprediksi akan semakin panas mengingat kedua tim sama-sama berada di bawah tekanan untuk segera meraih hasil positif.
Persebaya Surabaya Berharap Berkah Kandang
Di sisi lain, Persebaya Surabaya juga tidak dalam kondisi ideal. Dua kekalahan beruntun yang mereka alami dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Persijap Jepara meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi skuad yang dijuluki Green Force ini. Tekanan semakin terasa kuat karena pertandingan kali ini akan digelar di kandang sendiri. Stadion Gelora Bung Tomo diharapkan menjadi saksi kebangkitan sekaligus menjadi pelipur lara bagi para Bonek dan Bonita yang merindukan kemenangan tim kesayangan mereka.
Kapten Persebaya Surabaya, Bruno Moreira, menyadari sepenuhnya ekspektasi besar yang dibebankan kepadanya dan rekan-rekannya. Ia menegaskan bahwa seluruh pemain memiliki tekad kuat untuk memberikan hasil yang menggembirakan setelah melalui periode sulit yang menguji mental tim.
Menurut Bruno, pertandingan melawan PSM tidak akan berjalan mudah meskipun lawan memiliki rekor tandang yang kurang meyakinkan. “Tidak mudah melawan PSM, tetapi kami akan melakukan yang terbaik untuk menghadapi mereka di GBT,” ujar Bruno.
Pernyataan Bruno mencerminkan kewaspadaan Persebaya terhadap kualitas PSM. Secara materi pemain dan pengalaman, PSM tetap memiliki kapasitas untuk memberikan kejutan kapan saja.
Kondisi PSM yang Juga Tidak Stabil
Menariknya, PSM Makassar sendiri datang ke Surabaya dengan kondisi yang juga tidak stabil. Mereka juga tercatat menelan dua hasil negatif dalam dua pertandingan terakhir. Situasi ini membuat duel kedua tim terasa seperti pertaruhan harga diri bagi kedua kubu. Tekanan berlipat jelas membayangi laga ini. Persebaya ingin segera menghentikan tren kekalahan, sementara PSM berambisi memperbaiki citra buruk mereka saat bermain tandang.
Bruno Moreira tidak menutup mata terhadap kondisi fisik timnya setelah melakukan perjalanan panjang dari laga tandang sebelumnya. Ia menyoroti pentingnya proses pemulihan agar para pemain siap tempur secara menyeluruh.
“Kami harus beradaptasi dengan hal ini sebagai pemain, ini tidak mudah tetapi kami harus melakukan yang terbaik untuk istirahat, makan dengan baik dan berlatih dengan baik juga dan siap untuk pertandingan berikutnya secara mental, fisik dan itulah yang harus kami lakukan,” jelas Bruno.
Ucapan Bruno menegaskan profesionalisme yang coba dijaga oleh ruang ganti Persebaya Surabaya. Dalam situasi sulit, kedisiplinan dalam menjaga kondisi fisik dan mental menjadi kunci untuk tetap bisa bersaing.
Bruno juga mengajak rekan-rekannya untuk melihat sisi positif di tengah tekanan yang ada. Ia percaya bahwa ruang untuk bangkit selalu terbuka selama tim tetap kompak dan menjaga keyakinan. “Yang harus kami lakukan, mencoba untuk mencari hal-hal positif dan hal-hal negatif akan selalu ada. Tetapi sekarang kami harus mencoba untuk beristirahat dengan baik dan siap untuk pertandingan berikutnya,” tandas Bruno.
Momentum Kebangkitan atau Beban Mental?
Optimisme yang ditunjukkan Bruno menjadi energi tambahan jelang duel krusial ini. Persebaya Surabaya sadar bahwa kemenangan atas PSM bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan diri tim dan para pendukungnya.
Di sisi lain, rekor tandang PSM Makassar yang hanya mencatatkan tiga kemenangan bisa menjadi beban tersendiri bagi tim tamu. Setiap menit tanpa gol atau ketika tertinggal lebih dulu berpotensi menambah tekanan psikologis bagi anak asuh pelatih PSM.
Persebaya Surabaya tentu ingin memanfaatkan fakta ini sejak peluit awal dibunyikan. Intensitas tinggi dan dukungan penuh dari para suporter di GBT diharapkan mampu memaksa PSM bermain di bawah tekanan.
Laga ini pada akhirnya bukan sekadar soal statistik, melainkan soal karakter dan mentalitas kedua tim. Siapa yang mampu mengelola tekanan dengan lebih baik, berpeluang besar untuk keluar sebagai pemenang di akhir pertandingan. Rekor tandang PSM memang memberikan harapan bagi Persebaya, namun sepak bola selalu menyimpan kejutan, dan hanya performa maksimal di lapangan yang akan menentukan siapa yang akan tersenyum di akhir laga.






