BISNIS  

PLN UIT JBM dan BKSDA Bali Sepakat Jaga Keandalan Listrik Tanpa Abaikan Konservasi

Teks Foto : PLN UIT JBM dan BKSDA Bali kolaborasi kelola infrastruktur energi andal dan alam yang tetap lestari. (ist)

DENPASAR – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali menjalin kerja sama strategis dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar Kamis (26/2) di Kantor BKSDA Bali. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan pengelolaan aset jaringan transmisi di kawasan konservasi, sekaligus memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, bersama Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko. Momentum tersebut menegaskan komitmen kedua institusi dalam mewujudkan pembangunan yang seimbang antara pemenuhan kebutuhan energi listrik dan pelestarian alam di Pulau Bali.

Saat ini terdapat sembilan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV jalur Kapal–Baturiti dan Baturiti–Pemaron yang berada di kawasan Cagar Alam Batukau serta TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan. Infrastruktur tersebut dibangun sejak 1985 dan mulai beroperasi pada 1987 untuk menopang kebutuhan energi listrik masyarakat Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Buleleng, Bali.

Melalui PKS ini, PLN UIT JBM memiliki dasar hukum dan operasional yang lebih kuat untuk mengelola aset jaringan transmisi secara optimal, baik dalam pemeliharaan rutin maupun peningkatan keandalan sistem. Di sisi lain, PLN berkomitmen mendukung upaya perlindungan dan pelestarian kawasan konservasi yang dilintasi jaringan transmisi tersebut.

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa seluruh aktivitas pengelolaan jaringan dilakukan sesuai standar lingkungan. Ia menyebut kawasan yang dilintasi SUTT merupakan wilayah konservasi yang harus dijaga bersama.

“Kami memahami kawasan ini memiliki nilai ekologis tinggi. Karena itu, setiap langkah dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, koordinasi erat, dan keterbukaan bersama BKSDA Bali. Kami berharap kerja sama ini memberi manfaat luas bagi masyarakat sekaligus mendukung kelestarian ekosistem Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi tersebut karena menyangkut kepentingan publik. Menurutnya, listrik tidak hanya berkaitan dengan penerangan, tetapi juga akses pendidikan, layanan kesehatan, informasi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami memastikan seluruh proses, mulai dari penempatan hingga pemeliharaan SUTT, dilakukan secara cermat agar kebutuhan publik tetap terpenuhi tanpa mengorbankan kelestarian kawasan konservasi,” ungkapnya.

Sinergi PLN UIT JBM dan BKSDA Bali ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan perlindungan lingkungan. Kerja sama tersebut menegaskan bahwa pembangunan dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan demi keberlanjutan Bali ke depan.