Desa Sukamanah Terancam! Banjir Rancaekek Capai 1 Meter, DPRD Minta Penanganan Cepat

Banjir di Wilayah Bandung Raya Akibat Hujan Lebat

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Bandung Raya menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan timur Kabupaten Bandung pada Senin, 13 April 2026. Banjir ini melanda beberapa desa di Kecamatan Rancaekek, antara lain Desa Sukamanah, Sangiang, Bojongloa, Rancaekek Kulon, Rancaekek Wetan, dan Haurpugur.

Dari seluruh wilayah terdampak, Desa Sukamanah menjadi kawasan yang paling parah. Ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter, sehingga merendam rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Keadaan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan dan kesehatan warga.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar, langsung turun ke lapangan untuk meninjau kondisi banjir serta memastikan kebutuhan warga terdampak. Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh desa di Rancaekek terdampak banjir dengan ketinggian rata-rata sekitar 80 sentimeter. Yang paling parah adalah Desa Sukamanah.

Sebagai anggota DPRD dari daerah pemilihan IV, Cecep menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi bertujuan untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus menyerap aspirasi terkait kebutuhan mendesak. Dari hasil komunikasi dengan masyarakat, bantuan yang paling dibutuhkan saat ini meliputi obat-obatan dan kebutuhan pokok.

“Warga mulai terserang penyakit, terutama yang dikenal sebagai leuncangeun atau penyakit akibat kuman air. Selain itu, kebutuhan makanan juga sangat mendesak,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya, Cecep juga menyalurkan bantuan berupa makanan dan obat-obatan kepada warga terdampak banjir sebagai langkah tanggap darurat. Ia memastikan akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mempercepat penanganan dan distribusi bantuan.

“Kami akan mendorong agar kebutuhan masyarakat terdampak bisa segera ditangani oleh dinas terkait,” tegasnya.

Tak hanya penanganan jangka pendek, Cecep juga menyoroti pentingnya solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di wilayah Rancaekek saat musim hujan. Menurutnya, diperlukan kajian teknis yang komprehensif guna mencari akar permasalahan sekaligus langkah mitigasi yang efektif.

“Secara teknis perlu ada kajian mendalam. Kami akan mendorong dinas terkait untuk melakukan analisis agar kejadian serupa bisa diantisipasi ke depan,” pungkasnya.

Langkah Penanganan Darurat dan Bantuan Darurat

Bantuan darurat seperti makanan dan obat-obatan telah disalurkan oleh Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar, kepada warga terdampak banjir. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat banjir.

Selain itu, pihak berwenang juga diminta untuk segera menangani masalah banjir secara lebih lanjut. Koordinasi dengan dinas terkait menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa bantuan dapat didistribusikan secara cepat dan tepat sasaran.

Perlu Solusi Jangka Panjang

Banjir yang terjadi di wilayah Rancaekek bukanlah kejadian yang baru. Setiap musim hujan, kawasan ini sering kali terkena dampak banjir yang cukup parah. Oleh karena itu, diperlukan solusi jangka panjang yang tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga pada pencegahan dan mitigasi banjir.

Cecep Suhendar menekankan perlunya kajian teknis yang mendalam untuk memahami penyebab utama banjir di kawasan tersebut. Dengan data dan analisis yang akurat, pemerintah dapat merancang strategi yang efektif untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.

Tindakan Bersama untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Menghadapi ancaman banjir yang terus-menerus, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait menjadi kunci untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Dengan upaya bersama, diharapkan kawasan Rancaekek dapat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem dan mengurangi dampak banjir pada masyarakat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *