motor  

Aktivitas Rahasia Gudang MBG, Karyawan Tutup Informasi Kendaraan Viral

Distribusi Motor Listrik BGN Berjalan di Lapangan

Pengadaan motor listrik merek Emmo oleh PT Yasa Artha Trimanunggal telah mencapai sekitar 21.800 unit dari target lebih dari 25 ribu unit. Proses ini dilakukan sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berlangsung. Saat ini, motor listrik masih berstatus Barang Milik Negara (BMN) dan akan didistribusikan secara bertahap ke SPPG.

Di tengah geliat persiapan program nasional yang menjadi sorotan, aktivitas logistik dalam skala besar tampak berlangsung intens di kawasan Sentul dan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Puluhan hingga ribuan unit kendaraan mulai berdatangan, menandai percepatan distribusi yang tidak lagi sekadar rencana di atas kertas, melainkan sudah bergerak di lapangan.

Armada Berdatangan, Gudang “Bersolek” Mendadak

Pantauan di kawasan Sentul memperlihatkan aktivitas bongkar muat motor listrik yang berlangsung sejak siang hari. Sebuah truk putih milik perusahaan logistik terlihat menurunkan belasan unit motor listrik jenis trail di area pergudangan di Jalan Olympic Raya, tak jauh dari gerbang Tol Sentul. Motor-motor tersebut tampak masih baru, sebagian masih terbungkus plastik pelindung, lengkap dengan identitas visual milik Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari program MBG.

Di lokasi yang sama, para pekerja terlihat sigap memindahkan unit ke dalam gudang. Mereka mengenakan atribut perusahaan logistik yang terlibat dalam proses distribusi. Salah satu bangunan gudang justru tengah mengalami pengecatan ulang. Warna kuning yang mencolok diduga selaras dengan identitas merek kendaraan mulai menutupi bagian depan bangunan, sementara sisi lainnya masih memperlihatkan warna lama. Indikasi ini menunjukkan bahwa proses “bersolek” tersebut dilakukan secara mendadak dan belum rampung sepenuhnya.

Sementara itu, puluhan motor lainnya tetap terparkir rapi di area terbuka tanpa atap, masih dalam kondisi terbungkus plastik.

Akses Terbatas dan Pengamanan Ketat

Kehadiran pihak luar di lokasi langsung direspons dengan pengamanan yang cukup ketat, meski tetap dilakukan secara persuasif. Seorang pria yang mengaku sebagai mandor proyek mendekati dan mengarahkan wartawan untuk menjauh dari area utama pergudangan. “Saya mandor ini yang lagi mengecat. Udah kalau gitu ikut saya dulu sini,” ucapnya.

Tak lama kemudian, dua pria lain yang disebut sebagai pihak ekspedisi turut hadir. Mereka bersikap protektif dan menegaskan bahwa tidak ada akses bagi pihak luar untuk mendekati area penyimpanan atau unit kendaraan. Situasi sempat memanas, namun mereda ketika aktivitas pengiriman kembali berlangsung. Saat truk hendak keluar, akses gerbang dibuka sebentar sebelum akhirnya kembali ditutup rapat.

“Hari ini tidak ada pimpinan yang bisa ditemui. Lagian ini hari Jumat, bukan hari kerja. Kalau Senin ke sini, mungkin ada,” tutupnya. Tak lama setelah itu, gerbang utama dikunci, menandai berakhirnya interaksi dengan pihak luar.

Citeureup Jadi Pusat Perakitan

Penelusuran berlanjut ke kawasan Citeureup, sekitar 10 kilometer dari Sentul. Di sana, aktivitas yang lebih besar terlihat di area pabrik milik PT Kaisar Motorindo Industri. Di dalam kompleks tersebut, terdapat gudang dengan papan nama PT Adlas Sarana Elektrik. Area luas ini dipenuhi tumpukan suku cadang dan unit motor listrik yang sedang dalam berbagai tahap perakitan.

Seorang pekerja mengungkapkan fungsi utama lokasi tersebut sebagai pusat perakitan. “Di sini ada gudang, tapi memang perakitan di sini. Dirakit di sini semua,” ucapnya. Namun, seperti di Sentul, respons terhadap kehadiran media juga cukup keras. Salah satu pekerja bahkan secara tegas melarang pengambilan gambar. “Jangan foto video. Kalau saya dipecat, kamu mau tanggung jawab?” cetusnya.

Pengadaan dan Realisasi Unit Motor

Motor listrik yang digunakan dalam program MBG diketahui merupakan produk merek Emmo, dengan tipe JVX GT yang memiliki harga sekitar Rp49,95 juta per unit. Pengadaan dilakukan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal. Perusahaan ini berhasil merealisasikan 21.801 unit dari target awal lebih dari 25 ribu unit hingga batas kontrak pada Maret 2026. Sisa anggaran yang tidak terserap disebut telah dikembalikan ke kas negara.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari anggaran tahun sebelumnya dan telah melalui mekanisme yang sesuai dengan regulasi keuangan negara.

Status Aset dan Distribusi Bertahap

Saat ini, ribuan unit motor listrik tersebut masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN). Proses ini menjadi tahapan penting sebelum kendaraan didistribusikan ke berbagai wilayah. BGN memastikan bahwa pendistribusian akan dilakukan secara bertahap kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan mempertimbangkan aspek pencatatan aset dan akuntabilitas program.

Akselerasi Logistik dan Catatan di Lapangan

Dari hasil penelusuran ini, terlihat adanya percepatan signifikan dalam pembangunan rantai pasok program MBG. Kolaborasi antara pihak manufaktur dan logistik menunjukkan strategi berbagi sumber daya guna mengejar target operasional nasional. Namun demikian, sejumlah catatan tetap muncul, mulai dari keterbukaan informasi di lapangan hingga dampak aktivitas logistik terhadap lingkungan sekitar. Hal ini menjadi ruang bagi otoritas terkait untuk memberikan penjelasan lebih lanjut, demi menjaga transparansi dan kepercayaan publik terhadap program berskala besar ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *