motor  

Pemerintah Umumkan Rencana Motor Bensin untuk Ekspor

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang menyiapkan regulasi baru yang bertujuan untuk memperkuat industri sepeda motor di dalam negeri. Regulasi ini fokus pada percepatan transisi ke teknologi yang lebih ramah lingkungan, khususnya dalam pengembangan kendaraan roda dua berbasis listrik.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan bahwa tujuan dari regulasi ini adalah untuk membangun ekosistem yang kuat bagi industri kendaraan roda dua elektrik. Mulai dari skala produksi hingga pemasaran, semua aspek akan diperkuat agar bisa bersaing secara global.

“Pemerintah saat ini sedang menyiapkan regulasi yang diperlukan, paling tidak kita bisa mulai dahulu dari motor listrik. Nanti produsen motor listrik yang sudah ada di Indonesia segera menyiapkan secukupnya produk motor listrik,” ujar Agus di Jakarta Pusat pekan ini.

Salah satu strategi yang direncanakan adalah memastikan motor listrik yang dibuat lokal dapat terserap pasar domestik dengan lebih baik. Untuk itu, pemerintah akan menerapkan kebijakan yang mengarahkan produsen motor konvensional untuk mengalihkan distribusi produk mereka ke pasar luar negeri.

“Sementara motor-motor yang basisnya masih konvensional itu tetap mereka bisa untuk memproduksi, nanti kita arahkan untuk produk-produk ekspor, ya. Khususnya di negara-negara seperti Afrika maupun Middle East atau Amerika Selatan,” tambahnya.

Agus juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas produksi motor listrik. Menurutnya, langkah ini harus dimulai sekarang karena pihaknya telah menyusun peta jalan atau road map untuk mempercepat mobilitas berbasis listrik.

“Bahwa seluruh motor listrik yang beredar di Indonesia, yang dipakai oleh konsumen itu semuanya berbasis listrik. China sudah berhasil, China sudah basisnya semua motor listrik,” tegas Agus.

Sebagai salah satu tulang punggung industri otomotif nasional, segmen penjualan sepeda motor selalu menunjukkan pertumbuhan. Sejak lima tahun terakhir, penerimaan masyarakat terhadap kendaraan ini terus meningkat.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan bahwa distribusi wholesales (dari pabrik ke diler) pada Maret 2026 mengalami penurunan sebesar 6,81 persen dibanding bulan sebelumnya. Pada Februari, angka tersebut mencapai 581.277 unit, sementara Maret hanya mencatatkan 541.684 unit.

Hasil ini mengulang capaian serupa pada 2025, di mana penurunan terjadi hingga 23,5 persen dari Februari 597.354 unit menjadi Maret 448.974 unit. Namun, secara Year-on-Year (YoY), perolehan selama Maret tahun ini lebih tinggi hingga 20,64 persen.

Selama tiga bulan awal 2026, anggota AISI yang meliputi Honda, Yamaha, Suzuki, TVS, dan Kawasaki mampu mengemas jumlah pengiriman hingga 1.683.262 unit. Angka ini sedikit unggul 4,29 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu.

Meski asosiasi kini tidak lagi merinci kategori sepeda motor yang paling diminati, namun segmen skutik masih menjadi favorit. Laporan terbaru AISI menyebutkan bahwa skutik berkontribusi sebesar 91,7 persen dari total penjualan sepanjang 2025.

Sisanya berasal dari sepeda motor kategori underbone sebesar 4,46 persen, kemudian untuk segmen motor sport sebesar 3,51 persen. Sementara kontribusi sepeda motor listrik masih berada di bawah 1 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *