Pemuda Tangerang Ditemukan Tewas di Sungai Setelah Hilang Saat Memancing

Warga Kampung Pabuaran Digegerkan dengan Penemuan Jenazah di Aliran Kali Cadas Kukun

Warga Kampung Pabuaran, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di aliran Kali Cadas Kukun pada Minggu, 12 April 2026 sore. Korban diketahui bernama Muhamad Afrediansyah (25), seorang karyawan swasta yang berdomisili di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

Peristiwa ini bermula saat korban berpamitan kepada saksi untuk pergi memancing pada Sabtu, 11 April 2026 sekira pukul 15.30 WIB. Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Saksi yang merasa khawatir kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi yang biasa didatangi korban, tetapi tidak menemukan keberadaannya. Pencarian dilanjutkan keesokan harinya oleh warga setempat.

Sekitar pukul 16.00 WIB pada Minggu, 12 April 2026, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi terapung di aliran sungai dan sudah tidak bernyawa. Warga bersama saksi segera mengevakuasi jenazah ke rumah duka dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan, jajaran Polsek Pasar Kemis bersama Unit Identifikasi Polresta Tangerang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan terhadap kondisi korban.

Kapolsek Pasar Kemis, AKP Humaedi, menyampaikan hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana. Dari keterangan saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit sesak napas. “Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan secara keagamaan. Situasi selama penanganan berlangsung aman dan kondusif,” katanya.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak, sementara situasi selama penanganan berlangsung aman dan kondusif.

Proses Penanganan dan Tanggapan Masyarakat

Setelah jenazah ditemukan, proses penanganan dilakukan secara cepat dan koordinasi antara warga dan aparat kepolisian. Tim medis juga turut serta dalam proses identifikasi korban. Meskipun tidak ada tanda-tanda kekerasan, masyarakat tetap menghormati keputusan keluarga korban untuk tidak melakukan autopsi.

Beberapa poin penting dalam penanganan kasus ini adalah:

  • Koordinasi antara warga dan polisi: Warga setempat langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib, sehingga proses evakuasi dan investigasi dapat dilakukan dengan cepat.
  • Proses identifikasi: Tim identifikasi dari Polresta Tangerang turut serta dalam pemeriksaan jenazah untuk memastikan identitas korban.
  • Keputusan keluarga: Keluarga korban memilih untuk tidak melakukan visum atau autopsi, mengingat korban memiliki riwayat penyakit sesak napas.

Informasi Terkait Korban

Muhamad Afrediansyah merupakan seorang karyawan swasta yang tinggal di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Ia dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah oleh tetangga sekitar. Kepergiannya ke aliran Kali Cadas Kukun untuk memancing menjadi titik awal dari kejadian tragis ini.

Dalam beberapa kesempatan, korban sering kali pergi ke aliran sungai tersebut untuk mencari ketenangan dan menjauh dari kesibukan pekerjaan. Namun, kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya yang bisa terjadi di sekitar lingkungan mereka.

Kesimpulan

Kasus kematian Muhamad Afrediansyah menjadi perhatian besar bagi masyarakat setempat. Meskipun tidak ada indikasi tindak pidana, kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran akan risiko yang mungkin terjadi di aliran sungai atau daerah yang rawan. Dengan kerja sama antara warga dan aparat kepolisian, proses penanganan berjalan dengan lancar dan damai.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *