News  

Kemenaker dan Transjakarta Kolaborasi Tingkatkan Akses Kerja Transportasi



jogja.

YOGYAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) resmi menjalin kerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dalam upaya memperluas akses lapangan kerja dan meningkatkan standar kompetensi tenaga kerja di sektor transportasi publik. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Kamis (30/4) di Jakarta.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi bersama Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza. Acara ini juga turut dihadiri oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Ketua BNSP Syamsi Hari, serta Kepala Disnakertransgi Provinsi DKI Jakarta Syarifudin.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat layanan ketenagakerjaan agar lebih relevan dengan dinamika industri saat ini. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari kerja sama ini adalah memastikan tidak hanya peningkatan kompetensi tenaga kerja, tetapi juga terbukanya akses kerja yang lebih luas, khususnya di sektor transportasi yang terus berkembang.

Untuk mencapai target tersebut, Kemenaker berkomitmen mengoptimalkan berbagai program unggulan, seperti pelatihan vokasi dan pemagangan nasional, serta penguatan layanan pasar kerja berbasis digital melalui platform Pusat Pasar Kerja. Fokus utamanya adalah memastikan tenaga kerja memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui dan sesuai dengan standar kebutuhan Transjakarta.

Selain aspek keahlian, Afriansyah menekankan pentingnya perlindungan bagi para pekerja. Hal ini mencakup jaminan sosial ketenagakerjaan serta terciptanya hubungan industrial yang harmonis. Menurutnya, sektor transportasi memiliki peran krusial dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi sehingga membutuhkan dukungan SDM yang tidak hanya kompeten, tetapi juga terlindungi kesejahteraannya.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza menjelaskan bahwa sinergi ini akan memperkuat integrasi informasi lowongan kerja yang lebih terarah dan kredibel bagi masyarakat. Dengan adanya keterkaitan langsung antara penyedia kerja dan pencari kerja, proses rekrutmen diharapkan menjadi lebih efektif.

“Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara dunia kerja dan pencari kerja, serta membuka akses terhadap peluang kerja yang lebih luas dan kredibel,” ujarnya. Welfizon menambahkan bahwa transportasi publik memiliki misi ganda. Selain sebagai sarana mobilitas harian warga Jakarta, sektor ini juga diharapkan mampu menjadi jembatan bagi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan lapangan kerja yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *