BERITA  

9 Tahun Menunggu, Rifky Alhabsyi Menangis di Ruang Operasi: Ini Anakku, Ya Allah

Kehadiran Putra Pertama yang Dinanti-nanti

Kabar gembira menghiasi kehidupan Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani. Setelah menantikan selama sembilan tahun, pasangan yang menikah pada Januari 2016 ini akhirnya dikaruniai putra pertama bernama Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi. Kelahiran sang buah hati terjadi pada Jumat (15/5/2026), menjadi momen penuh haru bagi keduanya.

Proses kehamilan yang mereka alami tidak mudah. Rifky dan Yulia harus menjalani berbagai prosedur medis, termasuk program bayi tabung. Namun, doa mereka akhirnya terkabul dengan kehadiran sang anak yang sehat dan kuat. Momen pertama kali mendengar tangisan putranya di ruang operasi membuat Rifky tak mampu menahan air mata.

“Jujur itu, kan 9 tahun. Itu aku pada saat itu aku nyender di tembok nangis, ya Allah, ini anak aku. Kayak benar-benar, penantian lama, terus ngelihat dia nangis, ini anak gua nih,” ujar Rifky saat ditemui di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).

Proses Persalinan yang Penuh Tantangan

Selama proses persalinan, ketegangan sempat menghiasi suasana. Dokter sempat memperingatkan kemungkinan sang bayi harus masuk ruang NICU karena berat badan yang rendah. Namun, keajaiban terjadi ketika bayi lahir dengan berat 2,455 kg dan kondisi yang sehat.

“Itu kita deg-degan banget. Ya, tapi alhamdulillah semuanya lancar. Enggak perlu masuk perawatan NICU,” tutur Rifky.

Yulia Rahmayani juga mengungkapkan betapa beratnya proses yang mereka jalani bersama. Mulai dari suntikan hormon hingga pengambilan sel telur, semua dilakukan demi menanti kehadiran sang buah hati. Ia mengatakan bahwa proses tersebut membutuhkan kesabaran dan komitmen tinggi.

“Terutama doanya juga udah enggak gampang, ya kan, proses dari awal, suntik-suntikan segala macam gitu, kan. Sebelum hamil itu kan, setelah ambil kayak sel telur itu kan disuntik-suntik itu cukup lama juga,” cerita Yulia.

Perjuangan Bersama dalam Proses Medis

Rifky, yang juga dikenal sebagai penggiat sepak bola, menjelaskan bahwa selama masa penantian, mereka berdua berusaha tetap sabar dan konsisten menjalani instruksi medis. Bahkan, ia secara aktif membantu memberikan vitamin melalui suntikan di perut sang istri setiap hari.

“Kita semua kita jalanin proses itu, benar-benar apa namanya, step-by-step sabar. Tapi penuh dengan tanda tanya, ini jadi atau enggak ya, gitu kan, hamil nggak ya,” ujar Rifky.

Harapan untuk Masa Depan

Setelah kehadiran Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi, Rifky berharap sang putra tumbuh menjadi anak yang membanggakan. Ia juga ingin memberikan pesan hangat bagi para pejuang garis dua di luar sana yang masih menanti kehadiran buah hati.

“Jangan menyerah, berdoa, dan tetap berusaha. Oke, ini memang enggak segampang yang kita omongin. Tapi memang semua proses harus dijalanin,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *