JAKARTA – Aktris sekaligus aktivis perempuan dan anak, Ade Fitrie Kirana menyampaikan perhatiannya terhadap situasi geopolitik dunia yang semakin memanas. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar, seperti konflik global atau perbedaan mazhab.
Menurut Ade Fitrie Kirana, masyarakat kini menghadapi tantangan besar dalam memilah informasi. Terlebih, media sosial kini dipenuhi narasi yang bisa memicu rasa takut, kebencian, hingga perpecahan. Ia menekankan bahwa di zaman saat ini, rasa takut bisa menyebar lebih cepat daripada fakta. Oleh karena itu, masyarakat perlu belajar lebih bijak sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.
Pemain sinetron Islam KTP ini menilai isu perang dan konflik global seharusnya tidak digunakan sebagai alat untuk memicu kebencian antarkelompok. Termasuk dalam hal perbedaan pandangan maupun mazhab keagamaan. Menurutnya, perbedaan jangan dijadikan alasan untuk saling merendahkan atau memusuhi. Dalam situasi dunia yang tidak menentu, masyarakat justru perlu menjaga persaudaraan dan rasa kemanusiaan.
Selain itu, Ade Fitrie Kirana juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah derasnya informasi yang beredar setiap hari. Ia menjelaskan bahwa terlalu banyak mengonsumsi konten yang penuh ketakutan dapat memengaruhi emosi dan cara pandang masyarakat. “Tidak semua hal harus kita respon dengan panik. Kadang yang kita butuhkan adalah berhenti sejenak, memeriksa kebenaran informasi, lalu melihat persoalan dengan hati yang lebih tenang,” ujarnya.
Ade Fitrie Kirana juga mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing oleh konten provokatif yang belum jelas sumbernya. Dia menilai budaya saling menghormati dan berdialog dengan baik jauh lebih penting dibanding memperdebatkan perbedaan secara berlebihan. “Jangan sampai media sosial membuat kita kehilangan empati. Berbeda pendapat itu wajar, tetapi menjaga rasa hormat kepada sesama jauh lebih penting,” katanya.
Ia berharap masyarakat Indonesia tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah oleh isu-isu yang berkembang di dunia maya. “Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, ketenangan, kasih sayang, dan persaudaraan adalah hal yang harus terus kita rawat bersama. Jangan biarkan ketakutan mengambil alih rasa kemanusiaan kita,” tutupnya.





