Jalan H.R. Rasuna Said, Simbol Transformasi Jakarta Masa Depan
Jalan H.R. Rasuna Said di Jakarta Selatan kini menempati posisi yang semakin strategis dalam wajah Jakarta masa depan. Penetapan jalan ini sebagai lokasi baru Car Free Day (CFD) sekaligus tempat pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta bukan sekadar perubahan titik kegiatan, melainkan simbol arah transformasi ibu kota menuju kota global yang lebih modern, hijau, dan berorientasi pada kualitas hidup warganya.
Selama ini, kawasan Rasuna Said dikenal sebagai salah satu urat nadi bisnis, perkantoran, dan diplomasi di Jakarta. Kini, kawasan tersebut berkembang menjadi ruang publik yang lebih hidup dan inklusif. Kehadiran transportasi umum yang terintegrasi, jalur pedestrian yang semakin nyaman, serta berbagai aktivitas masyarakat seperti CFD menjadikan koridor ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial yang dinamis.
Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Rasuna Said merepresentasikan semangat baru Jakarta yang tengah berbenah. Kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu etalase transformasi kota, mencerminkan bagaimana Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai pusat perekonomian nasional sekaligus kota global yang kompetitif dan berkelanjutan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa pemilihan Rasuna Said sebagai lokasi pencanangan HUT ke-499 Jakarta sengaja dilakukan untuk memperlihatkan berbagai perubahan yang sedang berlangsung di ibu kota.
“Pencanangan HUT ke-499 sengaja diadakan di tempat ini sebagai bagian untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Jakarta saat ini sedang berbenah,” ujar Pramono saat membuka pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta sekaligus Deklarasi Gerakan Pilah Sampah bertema “Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih” di Plaza Festival Pedestrian, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026).
“Sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional, serta hingga saat ini masih menyandang status sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia,” imbuhnya.
Mengenal Jalan H.R. Rasuna Said, Ikon Baru Jakarta
Selain menjadi titik baru CFD mulai 7 Juni 2026, kawasan ini memiliki sejumlah fakta menarik:
- Diambil dari Nama Pahlawan Nasional Perempuan
Nama Jalan H.R. Rasuna Said diabadikan dari nama Hajjah Rangkayo Rasuna Said, tokoh perempuan asal Sumatra Barat yang tercatat sebagai salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia. Pada masanya, Rasuna dikenal lantang menyuarakan hak atas pendidikan, kesetaraan perempuan, serta mengkritik kebijakan kolonial Belanda. Aktivismenya membuat ia beberapa kali berhadapan dengan pemerintah kolonial.
Perannya dalam perjuangan bangsa menempatkan Rasuna Said sebagai salah satu figur perempuan penting dalam sejarah Indonesia. Atas jasa-jasanya, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada 1974. Namanya kemudian diabadikan menjadi salah satu ruas jalan utama di Jakarta, yang kini menjadi bagian dari kawasan strategis ibu kota.
- Pusat Diplomasi dan Bisnis Jakarta
Kawasan Kuningan dan Setiabudi yang dilintasi Jalan Rasuna Said dikenal sebagai salah satu central business district (CBD) utama di Jakarta. Di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said berdiri berbagai gedung perkantoran, pusat bisnis, hotel, kantor kementerian, hingga kantor kedutaan besar negara-negara sahabat.
Pemprov DKI Jakarta menyebut kawasan ini merepresentasikan wajah Jakarta modern karena memadukan aktivitas bisnis, diplomasi, gaya hidup, hingga ruang publik dalam satu kawasan. Tak heran jika kawasan ini kerap menjadi lokasi berbagai acara penting berskala nasional maupun internasional.
- Dilintasi LRT dengan Tiga Stasiun
Kawasan Rasuna Said juga didukung akses transportasi publik yang lengkap. Koridor ini dilintasi layanan LRT Jabodebek dengan tiga stasiun utama, yakni Stasiun Setiabudi, Stasiun Rasuna Said, dan Stasiun Kuningan.
Keberadaan LRT membuat kawasan ini semakin mudah dijangkau masyarakat, baik untuk bekerja, berolahraga saat CFD, maupun menghadiri berbagai kegiatan publik di sekitar kawasan Kuningan dan Setiabudi. Selain LRT, kawasan ini juga terhubung dengan sejumlah rute TransJakarta serta fasilitas pedestrian yang kini terus ditata oleh Pemprov DKI Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta berharap penataan kawasan Rasuna Said dan penyelenggaraan CFD di lokasi tersebut memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global sekaligus menghadirkan ruang publik baru bagi masyarakat.






