PT MRT Jakarta (Perseroda) memiliki rencana besar untuk meningkatkan fasilitas di Stasiun Bundaran HI. Salah satu proyek yang sedang dikerjakan adalah pembangunan extended concourse atau perluasan area bawah tanah. Proyek ini direncanakan akan mulai beroperasi pada Juni 2027, tepatnya saat peringatan 500 tahun Kota Jakarta.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, mengungkapkan bahwa peresmian extended concourse akan dilakukan bersamaan dengan perayaan lima abad Jakarta. “Pada bulan Juni 2027, kita akan merayakan 500 tahun Jakarta dan juga meresmikan operasionalisasi extended concourse di Stasiun Bundaran HI,” ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (3/6).
Extended concourse akan menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan transit terpadu (transit oriented development/TOD) di pusat Jakarta. Proyek ini tidak hanya memperluas ruang pejalan kaki bawah tanah, tetapi juga meningkatkan konektivitas antara berbagai area. Dalam proses pengembangannya, area extended concourse akan mendapatkan penyempurnaan secara menyeluruh.
Beberapa hal yang akan dikerjakan meliputi pembangunan lantai, plafon, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, proyek ini juga mencakup penambahan akses masuk baru yang terpisah dari pintu masuk stasiun MRT yang sudah ada. MRT Jakarta merencanakan pembangunan satu akses masuk di sisi Plaza Indonesia serta dua akses masuk di kawasan Wisma Nusantara.
Pada tahap awal, hanya satu akses di Wisma Nusantara yang akan dibangun. Sementara itu, satu akses lainnya akan direalisasikan setelah proses revitalisasi atau pembangunan kembali gedung Wisma Nusantara selesai agar dapat terhubung langsung dengan kawasan tersebut.
Tuhiyat menjelaskan bahwa pembangunan area bawah tanah saat ini masih berlangsung dan ditargetkan selesai bersamaan dengan uji coba operasional MRT fase 2A rute Bundaran HI-Monas. “Extended concourse yang kita bangun di bawah Stasiun Bundaran HI sekarang sedang berprogres. Kita estimasikan selesai Juni tahun depan bersamaan dengan operasional uji coba MRT dari Bundaran HI ke Monas,” katanya.
Sementara itu, Direktur Komersial MRT Jakarta, Farchad Mahfud, mengungkapkan bahwa progres pembangunan extended concourse Bundaran HI saat ini telah melampaui target. Hingga saat ini, realisasi fisik proyek mencapai 7,83%, sedikit lebih tinggi dibandingkan target sebesar 7,69%. “Ini menjadi sinyal positif bagaimana pekerjaan ini nanti bisa selesai di pertengahan 2027 menyambut Jakarta lima abad. Doakan saja ini bisa kita selesaikan tepat waktu,” ujar Farchad.
Ia menjelaskan sejumlah pekerjaan pendukung terus dilakukan, termasuk pemindahan pohon yang dikoordinasikan dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta. Selain itu, relokasi utilitas di sisi Plaza Indonesia juga telah dapat dilaksanakan.
Pengerjaan fisik proyek di lapangan dipimpin oleh anak usaha MRT Jakarta, PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ). Sejumlah pekerjaan teknis seperti penebalan dinding untuk mencegah rembesan air pada area bawah tanah juga tengah berlangsung.
Selain pembangunan fisik, MRT Jakarta juga sedang melakukan proses seleksi mitra usaha yang akan mengisi kawasan extended concourse tersebut. “Kemudian yang sedang berlangsung adalah proses seleksi mitra. Sehingga pada saat operasi nanti di 2027 kita berharap bisa langsung fungsional,” katanya.






