Program Dedikasi RT-KU Terbaik Siap Dijalankan
Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini sedang mempersiapkan pelaksanaan Program Dedikasi RT-KU Terbaik. Program ini merupakan salah satu inisiatif utama dari Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin yang bertujuan untuk memberikan bantuan fiskal sebesar Rp150 juta kepada setiap rukun tetangga (RT).
Pemerintah daerah saat ini tengah menyelesaikan berbagai tahapan persiapan agar program tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Salah satu aspek penting dalam pelaksanaan program adalah kehadiran tenaga pendamping yang akan membantu mengawasi implementasi bantuan di tingkat RT.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa seluruh dasar hukum pelaksanaan program telah tersedia. Regulasi ini menjadi fondasi bagi pemerintah daerah untuk mulai menerapkan program secara langsung di lapangan.
“Dalam merealisasikan program dedikasi RT-KU Terbaik itu harus ada regulasi. Bentuknya peraturan bupati. Alhamdulillah sudah terbit di akhir Mei kemarin,” ujarnya.
Selain mengatur mekanisme program, pemerintah juga menerbitkan regulasi khusus yang mengatur keberadaan tenaga pendamping mulai dari tingkat kabupaten hingga RT. Regulasi ini tertuang dalam Perbup Nomor 11 Tahun 2026.
Arianto menjelaskan bahwa sebelum bantuan sebesar Rp150 juta per RT direalisasikan, pemerintah harus terlebih dahulu membentuk tim Pendamping Dedikasi Kukar Idaman Terbaik (Pendekar). Tim ini akan bertugas menyusun sistem pelaksanaan dan mengawal implementasi program di seluruh wilayah Kukar.
Saat ini proses seleksi tujuh tenaga ahli pendamping tingkat kabupaten telah memasuki tahap akhir. Masa sanggah telah selesai dan tidak terdapat keberatan yang memengaruhi hasil seleksi.
“Saat ini tahapannya sudah sampai masa sanggah dan tidak ada sanggahan. Prinsipnya, karena tahapannya sudah lewat, kita akan menetapkan tujuh orang tersebut,” ungkap Arianto.
Sebelumnya, para peserta telah mengikuti tes tertulis dan wawancara untuk mengukur kapasitas serta kompetensi mereka dalam mengawal program dedikasi daerah tersebut. Tujuh tenaga ahli yang terpilih nantinya akan bertanggung jawab menyusun konsep, mekanisme, serta pedoman pelaksanaan RT-KU Terbaik agar dapat diterapkan secara seragam di seluruh kecamatan, desa, kelurahan, hingga RT.
“Mereka inilah yang nanti membuat konsep dan mekanisme sesuai pedoman agar program ini bisa implementatif,” jelas Arianto.
Tim tersebut juga akan mengoordinasikan penyusunan tata cara perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban penggunaan bantuan di tingkat bawah. Setelah resmi dikukuhkan, para tenaga ahli akan langsung dilibatkan dalam finalisasi petunjuk teknis sebelum program dijalankan secara penuh.
“Kita selesaikan dulu tenaga ahlinya. Setelah mereka ditetapkan dan sudah legal menjadi tim, barulah kita memfinalkan petunjuk teknis yang sudah kita susun bersama mereka supaya bisa dilaksanakan,” katanya.
Ke depan, para Pendekar tingkat kabupaten akan menjadi koordinator utama pelaksanaan program di 20 kecamatan. Mereka akan bekerja bersama pendamping kecamatan, desa dan kelurahan yang akan dibentuk pada tahapan berikutnya. Arianto mengisyaratkan pembagian tugas kemungkinan dilakukan berdasarkan bidang kerja agar pengawasan lebih efektif. Mulai dari pengelolaan data, sosialisasi, publikasi hingga evaluasi pelaksanaan program.
“Nanti progresnya akan diumumkan ke publik,” tutupnya.
Dengan hampir rampungnya proses rekrutmen Pendekar, pelaksanaan RT-KU Terbaik kini memasuki fase krusial. Pemerintah berharap program dedikasi Aulia-Rendi yang membawa bantuan fiskal Rp150 juta per RT itu dapat berjalan efektif, transparan, serta memberi dampak langsung bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat lingkungan.






