Program Prioritas KKI Bali dalam Rakerprov 2026
Pengprov KKI Bali merumuskan sejumlah program prioritas dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) yang diselenggarakan di Aula Lantai 3 PLN UP3 Bali Selatan, pada Sabtu (30/5/2026). Forum tahunan ini menjadi ajang evaluasi sekaligus penyusunan arah kebijakan organisasi untuk beberapa tahun ke depan. Fokus utama dari Rakerprov kali ini adalah penguatan kelembagaan dan peningkatan prestasi atlet karate di Bali.
Rakerprov dipimpin langsung oleh Ketua Umum KKI Pengprov Bali, I Wayan Gendo Suardana, didampingi oleh Ketua Majelis Sabuk Hitam, Ardy Ganggas, Ketua Dewan Guru, I Gede Ariana, serta Sekretaris Umum Aditya Putra Thama. Dalam kesempatan tersebut, Gendo menyampaikan bahwa berbagai masukan dari pengurus kabupaten dan kota se-Bali menjadi bahan penting dalam merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.
“Banyak usulan yang muncul dalam forum ini, baik terkait penguatan organisasi maupun peningkatan pembinaan atlet,” ujarnya. “Secara umum, program yang disepakati berfokus pada dua hal tersebut,” tambahnya.
Salah satu keputusan penting yang muncul dalam Rakerprov adalah rencana pembentukan koperasi organisasi sebagai langkah membangun kemandirian finansial KKI Bali. Gendo menjelaskan bahwa selama ini organisasi olahraga masih banyak bergantung pada sumber pendanaan eksternal. Oleh karena itu, diperlukan terobosan untuk menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan berbasis kekuatan anggota.
Menurutnya, potensi tersebut cukup besar mengingat KKI Bali memiliki jaringan yang luas dan tingkat solidaritas anggota yang tinggi. “Kami ingin organisasi memiliki fondasi pendanaan yang lebih mandiri. Salah satu langkah yang akan segera diwujudkan adalah pembentukan koperasi yang dikelola secara profesional dan berbasis anggota,” katanya.
Gendo berharap selama masa kepengurusannya, sistem pendanaan organisasi yang lebih kuat dan berkelanjutan sudah mulai terbentuk. Selain penguatan organisasi, peningkatan prestasi atlet juga menjadi agenda utama yang dibahas dalam Rakerprov.
Pengprov KKI Bali menilai pembinaan atlet usia dini harus terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan prestasi karate Bali di tingkat nasional maupun internasional. Saat ini terdapat 71 dojo KKI yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Bali. Seluruh dojo tersebut diharapkan mampu menjalankan program pembinaan secara maksimal dan berkelanjutan.
Pengurus kabupaten dan kota juga diminta lebih aktif melakukan pemantauan terhadap aktivitas dojo di wilayah masing-masing guna memastikan proses pembinaan atlet berjalan efektif. Menurut Gendo, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari tata kelola yang baik, tetapi juga dari kemampuan mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Bali di berbagai kejuaraan.
Melalui berbagai program yang disepakati dalam Rakerprov 2026, KKI Bali menargetkan terbentuknya organisasi yang lebih profesional, mandiri, dan kompetitif. Penguatan kelembagaan melalui koperasi, peningkatan kualitas pembinaan atlet, serta optimalisasi peran dojo di seluruh Bali diharapkan menjadi fondasi penting bagi perkembangan organisasi dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan dukungan seluruh pengurus dan anggota, KKI Bali optimistis dapat memperkuat prestasi karate Bali sekaligus membangun sistem organisasi yang lebih berkelanjutan.






