BERITA  

Anwar BAB: Siap Dukung Jemaah Korban Penipuan Hanania Travel

Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel: Anwar BAB Penuhi Panggilan Polisi, Influencer Lain Menyusul

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana ribuan calon jemaah umrah yang melibatkan PT Khazanah Tamma Internasional, atau yang lebih dikenal dengan Hanania Travel, kini tengah menjadi sorotan publik yang sangat tajam. Skandal ini tidak hanya menggemparkan dunia perjalanan religi, tetapi juga menyeret sejumlah figur publik yang diduga terlibat dalam promosi travel tersebut. Salah satu nama besar yang dipanggil penyidik adalah presenter kondang, Anwar Sanjaya, yang akrab disapa Anwar BAB.

Pada hari Rabu, 10 Juni 2026, Anwar BAB secara resmi mendatangi Markas Besar Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Kedatangannya bukan tanpa alasan, melainkan untuk memenuhi panggilan penyidik guna memberikan keterangan terkait kasus yang telah merugikan ribuan calon jemaah ini.

Anwar BAB tiba di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, yang berlokasi di Semanggi, Jakarta Selatan. Ia tampak didampingi oleh seorang wanita yang diduga merupakan asisten pribadinya. Mengenakan kemeja putih, pria berusia 33 tahun ini dengan lugas menyatakan bahwa kehadirannya adalah bentuk kepatuhan sebagai warga negara yang baik terhadap hukum. “Sebagai warga negara yang baik, memenuhi panggilan polisi,” ujarnya singkat sembari melangkah memasuki gedung pemeriksaan.

Dukungan Moral untuk Jemaah Korban

Sebelum memasuki ruang pemeriksaan, Anwar BAB mengaku belum mengetahui secara rinci poin-poin pertanyaan yang akan diajukan oleh tim penyidik. Namun, ia meyakini bahwa pemeriksaan tersebut akan berfokus pada bentuk kerja sama yang pernah terjalin antara dirinya dan pihak Hanania Travel.

Lebih lanjut, Anwar BAB menegaskan komitmennya untuk memberikan penjelasan yang sejujur-jujurnya, sesuai dengan fakta yang ia ketahui. Langkah ini ia ambil sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral kepada para calon jemaah yang telah menjadi korban dan terpaksa gagal berangkat ke tanah suci.

“Nanti habis diperiksa baru aku ngomong ya, sekarang belum tahu mau ditanya apa. Doain saja, karena aku mendukung dan mensupport jemaah,” tegas Anwar, menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib para korban.

Modus Operandi dan Dampak Kerugian

Kasus yang menjerat Hanania Travel ini diduga menggunakan modus operandi yang terbilang licik. Travel tersebut menawarkan paket umrah dengan harga yang sangat miring, jauh di bawah harga pasar. Penawaran menarik ini kemudian digencarkan promosinya secara masif di berbagai platform media sosial, dengan memanfaatkan jasa para figur publik untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Akibat dari program umrah fiktif ini, diperkirakan sekitar 2.500 calon jemaah harus menelan pil pahit karena gagal berangkat ke tanah suci. Kerugian yang ditimbulkan pun tidak main-main, diperkirakan mencapai angka fantastis, yaitu berkisar antara Rp 60 miliar hingga Rp 100 miliar. Angka ini mencerminkan besarnya skala penipuan yang terjadi dan betapa banyak orang yang terdampak oleh ulah Hanania Travel.

Pemeriksaan Meluas ke Sejumlah Influencer dan Selebgram

Tidak hanya Anwar BAB, pihak kepolisian juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah influencer dan selebgram ternama lainnya. Nama-nama yang dipanggil ini diketahui pernah terlibat dalam promosi paket umrah yang ditawarkan oleh Hanania Travel.

Beberapa figur publik yang juga dipanggil oleh penyidik antara lain:
* Keanu Angelo
* Thariq Halilintar
* Aaliyah Massaid
* Awkarin
* Dara Arafah

Pemeriksaan terhadap para influencer ini menunjukkan bahwa pihak kepolisian tengah mendalami sejauh mana keterlibatan mereka dalam promosi yang berujung pada penipuan ini. Investigasi ini diharapkan dapat mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dan memberikan keadilan bagi para korban.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam memilih agen perjalanan umrah, terutama yang menawarkan harga terlalu murah. Penting untuk melakukan riset mendalam, memeriksa legalitas travel, dan memastikan reputasinya sebelum melakukan pembayaran. Keterlibatan figur publik dalam promosi memang dapat menarik perhatian, namun tidak serta-merta menjamin keabsahan dan keamanan sebuah penawaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *