Thariq Halilintar Akui Terlibat Endorsement Hanania Travel, Namun Juga Mengaku Rugi
Kasus dugaan penipuan perjalanan umrah yang melibatkan PT Khazanah Tamma Internasional, atau yang lebih dikenal dengan Hanania Travel, terus bergulir dan menarik perhatian publik. Terbaru, selebgram Thariq Halilintar telah memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus ini. Pemeriksaan yang berlangsung selama kurang lebih enam jam ini, mengungkap fakta bahwa Thariq memang pernah menjalin kerja sama endorsement dengan Hanania Travel. Namun, ia menegaskan bahwa keterlibatannya tidak hanya sebatas promosi, melainkan ia juga turut merasakan kerugian materiil akibat kerja sama tersebut.
Thariq Halilintar tiba di Polda Metro Jaya pada Rabu (10/6/2026) petang, mengenakan pakaian kasual. Ia tampak kooperatif dan siap memberikan keterangan kepada penyidik. Pria berusia 27 tahun ini mengaku sempat terkejut ketika menerima undangan pemeriksaan. Namun, ia segera membalas undangan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk membantu proses hukum.
“Pas dapat undangan pemeriksaan jujur kaget banget ya. Tapi langsung aku balas. Aku mau membantu polisi usut kasus ini karena aku kasihan sama korban jemaah ini,” ujar Thariq seusai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
Kronologi dan Pengakuan Thariq Halilintar
Dalam pemeriksaan yang berlangsung selama enam jam tersebut, Thariq Halilintar dicecar oleh sekitar 25 hingga 30 pertanyaan dari tim penyidik. Pertanyaan-pertanyaan tersebut seputar keterlibatannya dalam mempromosikan paket umrah yang ditawarkan oleh Hanania Travel melalui akun media sosialnya.
Thariq membenarkan keterlibatannya dalam promosi digital untuk Hanania Travel. Ia mengakui bahwa ia menerima tawaran kerja sama endorsement dari agen perjalanan tersebut. Namun, Thariq secara tegas menyatakan bahwa ia dan tim manajemennya juga mengalami kerugian materiil akibat kerja sama ini.
“Ya, enggak sebanyak para jemaah inilah kerugiannya,” ungkap Thariq singkat, mengindikasikan bahwa nominal kerugian yang dialaminya tidak sebesar kerugian yang diderita oleh ribuan calon jemaah yang menjadi korban penipuan.
Kuasa hukum Thariq, Sangun Ragahdo, turut mendampingi kliennya selama pemeriksaan. Ia menjelaskan bahwa timnya telah membawa berbagai berkas bukti yang relevan untuk membantu kelancaran penyelidikan polisi.
“Ada sekitar 25-30 pertanyaan, standar Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Kami juga membawa berkas bukti semuanya untuk membantu penyelidikan polisi,” kata Sangun Ragahdo.
Kasus Hanania Travel: Kerugian Fantastis dan Modus Operandi Licik
Kasus Hanania Travel telah menjadi sorotan publik lantaran melibatkan ribuan calon jemaah yang gagal berangkat ke Tanah Suci. Diperkirakan, sekitar 2.500 calon jemaah menjadi korban penipuan ini. Kerugian materiil yang ditimbulkan diperkirakan mencapai angka yang fantastis, berkisar antara Rp 60 miliar hingga Rp 100 miliar.
Modus operandi yang digunakan oleh Hanania Travel terbilang licik. Agen perjalanan ini gencar menawarkan paket umrah dengan harga yang sangat miring, jauh di bawah harga pasaran. Penawaran menarik ini kemudian dipromosikan secara masif melalui berbagai platform media sosial, termasuk menggandeng sejumlah figur publik dan influencer papan atas untuk meningkatkan daya tarik dan kepercayaan calon jemaah.
Pemeriksaan Influencer Lainnya
Selain Thariq Halilintar, pihak kepolisian juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap sederet influencer dan figur publik lainnya yang diduga turut mempromosikan Hanania Travel. Nama-nama besar seperti Aaliyah Massaid (yang juga merupakan suami Thariq), Keanu Angelo, Anwar BAB, Awkarin, hingga Dara Arafah, dijadwalkan untuk memberikan keterangan terkait keterlibatan mereka dalam promosi agen travel yang diduga melakukan penipuan ini.
Pemeriksaan terhadap para figur publik ini merupakan langkah penting bagi kepolisian untuk mengungkap jaringan promosi yang digunakan oleh Hanania Travel dan mengumpulkan bukti yang lebih kuat. Harapannya, dengan adanya kerja sama dari para saksi, kasus ini dapat segera terungkap tuntas dan para korban dapat memperoleh keadilan.
Pihak kepolisian terus berupaya keras untuk menuntaskan kasus ini, termasuk melacak keberadaan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penipuan ini dan mengembalikan kerugian yang dialami oleh para jemaah. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih agen perjalanan umrah, terutama yang menawarkan paket dengan harga yang terlalu fantastis. Selalu lakukan riset mendalam dan pastikan agen perjalanan tersebut memiliki reputasi yang baik dan terpercaya.



