BI Jatim Catat Keyakinan Konsumen Tetap Kokoh Meski Hadapi Risiko Global

Teks Foto : Aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan Surabaya. Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen Jawa Timur pada Mei 2026 berada di level 122,6 atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. (ist)

SURABAYA – Optimisme masyarakat Jawa Timur terhadap kondisi perekonomian masih terjaga. Hal tersebut tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Timur pada Mei 2026 berada di level 122,6 atau jauh di atas ambang optimistis sebesar 100.

Capaian tersebut juga melampaui rata-rata nasional yang tercatat sebesar 120,9. Meski mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, tingkat keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun enam bulan mendatang masih berada pada zona optimistis.

Direktur Eksekutif Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan keyakinan konsumen tetap kuat karena didukung persepsi positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini serta prospek ekonomi ke depan.

“Keyakinan konsumen tetap kuat karena didukung persepsi positif terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi ekonomi ke depan,” ujar Ibrahim dalam keterangan resminya, (15/06/26) Senin.

Berdasarkan hasil survei, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat sebesar 116,2, sedangkan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) mencapai 129,0. Meskipun keduanya mengalami penurunan dibandingkan April 2026, angka tersebut masih mencerminkan optimisme yang kuat di kalangan masyarakat.

Ibrahim menjelaskan, persepsi positif terhadap kondisi ekonomi saat ini ditopang oleh tingkat pendapatan masyarakat yang masih baik, ketersediaan lapangan kerja yang relatif terjaga, serta aktivitas pembelian barang tahan lama yang tetap tinggi.

Sementara itu, optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang didorong oleh ekspektasi positif terhadap perkembangan kegiatan usaha, peningkatan pendapatan, dan peluang kerja yang lebih baik.

Meski demikian, Bank Indonesia mengingatkan adanya sejumlah risiko eksternal yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik global akibat konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi sentimen ekonomi dan aktivitas bisnis.

Dari sisi wilayah, optimisme konsumen tercatat merata di seluruh daerah survei yang meliputi Surabaya, Malang, Kediri, dan Jember.

Adapun dari aspek pengelolaan keuangan rumah tangga, mayoritas pendapatan masyarakat masih dialokasikan untuk konsumsi dengan porsi mencapai 70,1 persen. Sementara 11,7 persen digunakan untuk pembayaran cicilan dan 18,1 persen disisihkan untuk tabungan.

“Kondisi tersebut menunjukkan daya beli masyarakat Jawa Timur masih cukup terjaga dan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Ibrahim.