BERITA  

Hanania Travel: Thariq & Aaliyah Minta Kejelasan Kasus

Dugaan Penipuan Dana Jemaah Umrah: Keterlibatan Selebriti dan Dampaknya

Dunia hiburan Tanah Air kembali terseret dalam pusaran kasus hukum. Kali ini, dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah yang melibatkan Hanania Travel menyeret sejumlah nama dari kalangan selebriti. Pasangan suami istri yang tengah menjadi sorotan publik, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid, turut dimintai keterangan terkait kasus yang merugikan banyak pihak ini.

Pemeriksaan terhadap keduanya berlangsung di Polda Metro Jaya pada Rabu (10/6), di mana mereka menjalani serangkaian pertanyaan dari penyidik selama lebih dari lima jam. Tujuan utama pemeriksaan ini adalah untuk mengklarifikasi sejauh mana keterlibatan mereka dalam kasus yang tengah ditangani.

Kronologi Kerja Sama dan Klarifikasi

Dalam keterangannya kepada penyidik, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid membeberkan detail mengenai kerja sama promosi yang sempat mereka jalin dengan Hanania Travel. Keduanya mengaku bahwa kerja sama tersebut bersifat barter.

Menurut pengakuan mereka, Thariq Halilintar, Aaliyah Massaid, beserta anak mereka mendapatkan fasilitas pemberangkatan umrah ke Tanah Suci sebagai bentuk timbal balik atas promosi yang telah mereka lakukan. Namun, hal ini berbeda dengan delapan orang lainnya yang turut serta dalam rombongan tersebut. Untuk delapan orang tersebut, Thariq dan Aaliyah menyatakan bahwa mereka tetap melakukan pembayaran sebesar Rp 180 juta kepada Hanania Travel.

Menanggapi panggilan dari pihak kepolisian, Thariq Halilintar menegaskan kesiapan mereka untuk kooperatif. “Saat mendapat panggilan polisi, kami langsung balas. Kami siap membantu apa pun yang bisa kami kasih,” ujar Thariq di Polda Metro Jaya, Rabu (10/6).

Keterkejutan dan Simpati Terhadap Korban

Pasangan selebriti ini mengaku sama sekali tidak menyangka bahwa Hanania Travel diduga melakukan tindakan penggelapan dana terhadap para jemaahnya. Keterkejutan ini muncul karena pada saat mereka memutuskan untuk menjalin kerja sama, banyak jemaah lain yang dilaporkan telah berhasil diberangkatkan ke Tanah Suci oleh agen perjalanan tersebut.

“Yang jelas, kami bersimpati dan prihatin kepada korban-korban yang terkena dampaknya,” ungkap Thariq, menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib para jemaah yang dirugikan.

Aaliyah Massaid turut menyampaikan sentimen yang serupa. Ia mengungkapkan rasa sedih dan kasihan yang mendalam kepada para korban. Banyak dari mereka yang telah menabung bertahun-tahun demi mewujudkan impian untuk berangkat ke Tanah Suci, namun justru berakhir menjadi korban penipuan dan penggelapan.

“Mereka menabung bertahun-tahun untuk bisa umrah, tapi malah seperti ini. Kita sangat sedih, sangat prihatin. Kita juga punya orang tua yang pusing kan, rela menabung bertahun-tahun untuk umrah,” papar Aaliyah, menggambarkan betapa besar harapan dan pengorbanan para korban.

Harapan untuk Keadilan dan Pelajaran Berharga

Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid menyampaikan harapan besar agar kasus dugaan penipuan ini dapat diusut hingga tuntas. Mereka berharap penuntasan kasus ini dapat memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kembali kasus serupa di masa depan, terutama dari agen perjalanan umrah yang tidak bertanggung jawab.

“Semoga kasus ini jadi terang benderang, dan ada jalan keluar yang cepat untuk para korban. Intinya kita doakan yang terbaik,” ujar Thariq, menyuarakan doa dan harapan agar keadilan segera ditegakkan.

Bagi Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid, pengalaman ini menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berharga. Kejadian ini mendorong mereka untuk lebih berhati-hati dan melakukan verifikasi yang lebih mendalam sebelum menjalin kerja sama dengan pihak manapun di masa mendatang, demi melindungi diri sendiri dan menghindari potensi kerugian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *