IndonesiaKini/Sukabumi – Pembangunan saluran irigasi melalui program Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Desa Sirnasari dengan volume pekerjaan sepanjang 420 meter mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pekerjaan berlangsung dengan baik, mengedepankan kualitas konstruksi, serta diawasi secara teknis agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.
Ketua P3A, Paridudin, mengatakan bahwa pembangunan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan pelayanan irigasi bagi lahan pertanian masyarakat.
“Kami berkomitmen melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Harapan kami, saluran irigasi ini dapat memperlancar distribusi air ke areal persawahan sehingga produktivitas pertanian masyarakat semakin meningkat,” ujar Paridudin.
Pelaksanaan pekerjaan juga berada di bawah pengawasan bapak Hifni, selaku Pengawas Lapangan dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, guna memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar teknis, baik dari sisi kualitas material maupun metode pelaksanaannya.
Sementara itu, Kepala Desa Sirnasari, Bang Bang Gunawan, menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya program tersebut. Menurutnya, pembangunan jaringan irigasi sudah lama dinantikan oleh para petani di wilayahnya.
“Program P3A ini memang sangat diharapkan oleh para petani. Selama beberapa tahun terakhir, mereka menginginkan adanya peningkatan infrastruktur irigasi agar kebutuhan air ke lahan pertanian dapat terpenuhi dengan lebih baik. Kami berharap pembangunan ini menjadi solusi nyata bagi para petani dalam meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bang Bang Gunawan.
Ia juga berharap agar program-program serupa terus mendapat perhatian pemerintah karena sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian masyarakat Desa Sirnasari.
Sejumlah petani di Desa Sirnasari mengaku bersyukur dan menyampaikan apresiasi atas terealisasinya pembangunan saluran irigasi tersebut. Menurut mereka, program ini merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan karena selama beberapa tahun terakhir pasokan air untuk areal persawahan kerap menjadi kendala.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kepala Desa Sirnasari, Jaro Bang Bang Gunawan, yang telah memperjuangkan program P3A ini hingga akhirnya dapat direalisasikan. Saluran irigasi ini sangat dibutuhkan oleh para petani. Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan ini, distribusi air menjadi lebih lancar, hasil panen meningkat, dan kesejahteraan petani juga ikut membaik,” ungkap salah seorang petani mewakili aspirasi masyarakat.
Ucapan terima kasih tersebut menjadi bentuk apresiasi masyarakat atas sinergi antara pemerintah desa, P3A, dan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum yang telah mendorong terwujudnya pembangunan infrastruktur irigasi. Para petani berharap program serupa dapat terus berlanjut sehingga kebutuhan jaringan irigasi di wilayah pertanian Desa Sirnasari dapat terpenuhi secara bertahap dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil monitoring awak media di lapangan, pembangunan saluran irigasi sepanjang 420 meter tersebut dikerjakan secara tertib dan memperhatikan mutu pekerjaan. Sinergi antara P3A sebagai pelaksana, pengawas dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, serta dukungan pemerintah desa menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas.
Awak media juga menilai keberadaan papan informasi proyek yang dipasang di lokasi merupakan bagian dari penerapan prinsip transparansi publik. Informasi mengenai sumber anggaran, nilai bantuan, pelaksana, lokasi pekerjaan, hingga waktu pelaksanaan dapat diketahui secara terbuka oleh masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan dana negara.
DPD JWI Sukabumi Raya melalui ketuanya Lutfi Yahya berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, serta menghasilkan kualitas bangunan yang baik sehingga mampu meningkatkan layanan irigasi bagi petani. Pengawasan dari pemerintah, pelaksana, dan masyarakat menjadi faktor penting agar setiap rupiah dana APBN benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi kepentingan masyarakat luas.
Pembangunan ini diharapkan tidak hanya memperlancar distribusi air ke lahan pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas hasil panen, dan mendorong kesejahteraan petani di Desa Sirnasari. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi contoh bahwa pembangunan yang dilaksanakan secara transparan, diawasi dengan baik, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat akan menghasilkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan.(Budi)






