SURABAYA – Pasar kendaraan energi baru di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran ekspansi PT BYD Motor Indonesia. Memanfaatkan ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Grand City Convex, 26–30 Agustus, BYD tidak hanya memamerkan jajaran kendaraan elektrifikasi, tetapi juga memperluas jaringan layanan melalui pembukaan dua dealer baru.
Dua fasilitas tersebut adalah DENZA Darmo dan BYD Mojokerto. Kehadiran keduanya menambah jumlah jaringan BYD Group di Jawa Timur menjadi sembilan lokasi.
Ekspansi itu melanjutkan pembukaan BYD Haka Gresik, BYD Haka Madiun, dan BYD Haka Banyuwangi yang telah dilakukan pada bulan sebelumnya. Ke depan, BYD menargetkan jumlah jaringan di Jawa Timur berkembang hingga 19 lokasi yang tersebar di berbagai kota dan wilayah penyangga.
Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya penerimaan masyarakat Jawa Timur terhadap kendaraan elektrifikasi. Sejak 2024, tercatat lebih dari 5.000 keluarga di Jawa Timur telah menggunakan kendaraan BYD.
Kontribusi wilayah tersebut juga tercermin dari pencapaian pangsa pasar. Pada 2026, BYD mengklaim menguasai sekitar 36 persen pasar kendaraan listrik di Jawa Timur.
Secara nasional, BYD bersama DENZA mencatat penjualan 32.800 unit sepanjang Januari hingga Juli 2026. Angka itu disebut setara dengan lebih dari 35 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.
President Director PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan Jawa Timur memiliki karakter mobilitas yang beragam sehingga membutuhkan pilihan kendaraan dengan teknologi yang dapat menyesuaikan kebutuhan konsumen.
“Jawa Timur merupakan salah satu wilayah penting dalam perjalanan BYD di Indonesia, dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang dan semakin beragam. Melalui pengembangan teknologi EV dan DM, kami ingin menghadirkan pilihan kendaraan energi baru yang dapat menjawab kebutuhan tersebut, baik untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan yang lebih jauh,” ujarnya.
M6 DM Jadi Perhatian di GIIAS Surabaya
Salah satu produk yang mendapat sorotan di booth BYD adalah M6 DM. Model tersebut menjadi bagian dari strategi BYD memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi melalui teknologi Dual Mode (DM).
Teknologi DM menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin berbahan bakar dapat bekerja ketika dibutuhkan. Konsep tersebut ditujukan untuk memberikan pengalaman berkendara berbasis listrik dengan fleksibilitas tambahan ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan yang lebih jauh.
M6 DM juga menjadi model yang diperhatikan saat Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia Faisol Riza bersama jajaran GAIKINDO mengunjungi booth BYD.
Dalam kunjungan itu, Faisol Riza didampingi Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika, Ketua Harian GAIKINDO sekaligus Ketua Bidang Pameran dan Konferensi Anton Kemal Tasli Kumonty, serta Ketua Bidang Data dan Statistik GAIKINDO Rizwan Alamsjah.
Rombongan melihat langsung M6 DM, termasuk bagian kabin dan ruang yang ditawarkan kendaraan tersebut. Pembicaraan juga menyinggung perkembangan produksi lokal BYD di Indonesia.
Bagi BYD, pengembangan M6 DM merupakan hasil dari perjalanan M6 di pasar Indonesia yang dimulai sejak 2024.
Lebih dari 26.000 keluarga di Indonesia tercatat telah menggunakan BYD M6 untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas keluarga, mobilitas sehari-hari, perjalanan antarkota hingga penggunaan bisnis dan fleet.
M6 juga telah memperoleh sejumlah penghargaan, antara lain Car of the Year 2024, Best Family EV 2025, dan First EV Recommendation 2025.
Pada Mei 2026, BYD kemudian memperkenalkan M6 DM sebagai pengembangan terbaru dari lini tersebut.
Hingga Juli 2026, penjualan M6 DM telah menembus lebih dari 3.200 unit. Model ini kemudian memperoleh penghargaan “The Most Inspiring PHEV of the Year 2026” pada Juli lalu.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menilai perkembangan tersebut menunjukkan adanya kebutuhan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi yang tetap menawarkan fleksibilitas perjalanan.
“Penghargaan ini semakin memperkuat relevansi teknologi DM di tengah kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang beragam, terutama di tengah meningkatnya biaya perjalanan sehari-hari,” kata Luther.
M6 EV Terbaru Dibanderol Rp403 Juta
Selain M6 DM, BYD turut memperkenalkan generasi terbaru M6 EV yang diproduksi sepenuhnya di Indonesia.
Pada varian Standard, kendaraan ini menggunakan baterai berkapasitas 58 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 450 kilometer. Motor listriknya menghasilkan tenaga maksimum 150 kW dengan torsi 310 Nm.
Kemampuan tersebut membuat M6 EV Standard mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam 7,9 detik.
Sejumlah pembaruan juga diberikan pada sisi interior dan pengoperasian kendaraan, termasuk layar Full LCD berukuran 10,25 inci serta penggunaan transmisi column shifter.
Untuk pasar Surabaya, M6 EV Standard terbaru ditawarkan dengan harga Rp403 juta on the road (OTR) Surabaya.
Dengan hadirnya versi EV dan DM, konsumen kini memiliki dua pilihan teknologi dalam lini M6 sesuai pola penggunaan dan kebutuhan perjalanan masing-masing.
Rayakan Dua Tahun M6 dan Satu Tahun ATTO 1
GIIAS Surabaya 2026 juga menjadi momentum bagi BYD untuk merayakan perjalanan M6 yang memasuki tahun kedua dan BYD ATTO 1 yang telah genap satu tahun di Indonesia.
Perayaan tersebut melibatkan pengguna kendaraan melalui BEYOND Community. Kehadiran komunitas menjadi bagian dari upaya BYD menampilkan pengalaman penggunaan kendaraan secara langsung dari para pemiliknya.
Luther mengatakan pertumbuhan BYD tidak hanya diukur dari jumlah kendaraan yang terjual, tetapi juga dari tingkat kepercayaan konsumen.
“Bagi kami, perjalanan BYD di Indonesia bukan hanya tentang berapa banyak kendaraan yang telah hadir di jalan, tetapi tentang kepercayaan yang diberikan pelanggan dan bagaimana BYD bisa menjadi bagian dari keseharian mereka,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan lebih dari 5.000 pengguna BYD di Jawa Timur menjadi salah satu alasan perusahaan terus memperluas jaringan di wilayah tersebut.
Dengan sembilan lokasi yang kini beroperasi, BYD menyiapkan ekspansi lanjutan hingga 19 titik untuk mendekatkan akses konsumen terhadap kendaraan, layanan, dan dukungan purna jual.
Secara nasional, jaringan BYD Group kini telah mencapai lebih dari 100 titik yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
Bawa Empat Model dan Area Teknologi
Di GIIAS Surabaya 2026, BYD mengusung tema “Green Future, Smart Emotion”. Pengunjung dapat melihat sejumlah kendaraan yang mewakili pilihan teknologi dan segmen berbeda.
Model yang dipamerkan meliputi BYD M6 DM, BYD M6 EV, BYD ATTO 1, serta DENZA D9.
BYD juga menyediakan area test drive untuk M6 dan ATTO 1 sehingga pengunjung dapat mencoba langsung karakter kendaraan.
Sementara itu, pengunjung yang ingin mengetahui teknologi DM dapat mengunjungi zona teknologi yang disiapkan BYD. Area interaktif tersebut menjelaskan konsep DM dan filosofi GASS yang menjadi pendekatan teknologi tersebut.
Selain area display dan test drive, tersedia pula dealing area untuk memberikan informasi mengenai produk, harga, program kepemilikan, teknologi, serta layanan purna jual.
Melalui keikutsertaan di GIIAS Surabaya 2026, BYD sekaligus menunjukkan arah pengembangan bisnisnya di Jawa Timur: memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi, memperkuat teknologi EV dan DM, serta mendekatkan jaringan layanan kepada konsumen.
Ekspansi jaringan dan bertambahnya pilihan produk tersebut menjadi bagian dari strategi BYD untuk mendorong adopsi kendaraan energi baru sekaligus membangun ekosistem elektrifikasi yang lebih luas di Indonesia.






