SURABAYA – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memanfaatkan momentum Hari Pelanggan Nasional (HPN) untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan industri sekaligus meningkatkan kompetensi pegawainya.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan ke PT Maspion 1 di Sidoarjo dan B&D Factory milik PT Bambang Djaja di Surabaya, Senin (7/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HPN yang tidak hanya berfokus pada pelayanan, tetapi juga mendorong sinergi dengan stakeholder serta penguatan product knowledge insan PLN.
Dalam kunjungan ke PT Maspion 1, General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja bersama jajaran manajemen berdialog langsung dengan pihak manajemen Maspion. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi PLN untuk mendengarkan kebutuhan dan masukan pelanggan, khususnya terkait layanan kelistrikan yang mendukung kegiatan operasional industri.
PT Maspion merupakan salah satu entitas industri manufaktur yang memproduksi berbagai kebutuhan rumah tangga, perkakas, produk logam dan perabot, hingga produk elektronik. Bagi industri dengan aktivitas produksi yang membutuhkan dukungan listrik secara berkelanjutan, keandalan pasokan dan kualitas layanan menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas.
“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi kami untuk hadir lebih dekat dengan pelanggan, mendengarkan kebutuhan dan masukan mereka secara langsung, serta memastikan layanan kelistrikan yang kami berikan mampu mendukung keberlangsungan operasional pelanggan. Bagi PLN, pelanggan bukan hanya penerima layanan, tetapi merupakan mitra strategis dalam bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional,” ujar Ika Sudarmaja.
Selain mempererat hubungan dengan pelanggan, PLN UIT JBM juga memanfaatkan rangkaian HPN untuk memperluas wawasan teknis pegawai melalui kunjungan ke B&D Factory, lini produk PT Bambang Djaja. Perusahaan manufaktur tersebut memproduksi berbagai peralatan kelistrikan, termasuk power transformer, distribution transformer, serta instrumen kelistrikan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari program upskilling dan peningkatan product knowledge bagi insan PLN UIT JBM. Jajaran manajemen dan pegawai memperoleh pemahaman mengenai proses produksi, karakteristik, teknologi, serta penerapan berbagai produk kelistrikan yang digunakan untuk mendukung kinerja PLN UIT JBM dalam menjaga keandalan sistem transmisi.
Menurut Ika, penguatan kompetensi pegawai merupakan bagian penting dalam menjaga keandalan infrastruktur ketenagalistrikan. Pemahaman yang lebih baik terhadap peralatan yang digunakan dalam sistem transmisi diharapkan dapat memperkuat kemampuan insan PLN dalam melakukan pengelolaan, pemeliharaan, serta mitigasi terhadap potensi gangguan.
“Kunjungan ke B&D Factory memberikan perspektif dan product knowledge yang sangat berharga bagi insan PLN. Dengan memahami produk secara lebih komprehensif, mulai dari desain, proses manufaktur hingga implementasinya di lapangan, kami berharap kompetensi pegawai semakin kuat sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan dan pelaksanaan pekerjaan secara lebih efektif. Pada akhirnya, hal ini bermuara pada satu tujuan, yaitu menjaga keandalan sistem transmisi dan memberikan pelayanan ketenagalistrikan terbaik kepada pelanggan,” tambah Ika.
Momentum HPN tahun ini pun menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sekaligus pembelajaran bagi insan PLN. Melalui interaksi langsung dengan pelanggan, PLN dapat memahami kebutuhan dan ekspektasi stakeholder dengan lebih baik. Sementara itu, kunjungan ke fasilitas manufaktur memberikan wawasan teknis yang dapat memperkaya kompetensi pegawai.
PLN UIT JBM meyakini bahwa pelayanan terbaik lahir dari kolaborasi yang kuat dan insan PLN yang kompeten. Dengan semakin eratnya sinergi bersama stakeholder serta peningkatan kapasitas pegawai, PLN UIT JBM optimistis dapat terus menjaga keandalan sistem transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali sekaligus menghadirkan layanan ketenagalistrikan yang andal dan berkualitas bagi pelanggan serta mendukung pertumbuhan industri nasional.






