News  

Dua Kekalahan di Perempat Final Hentikan Langkah Indonesia di Korea Open

Dua Kekalahan di Perempat Final Hentikan Langkah Indonesia di Korea Open
Dua Kekalahan di Perempat Final Hentikan Langkah Indonesia di Korea Open

INDONESIAKINI.ID – Perubahan permainan lawan menjadi tantangan bagi dua wakil Indonesia yang berlaga di perempat final Korea Open 2026. Anthony Sinisuka Ginting dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi kalah di Yeosu, Korea Selatan, Jumat (6/11/2026), sehingga Indonesia tak memiliki wakil di semifinal.

Ginting membuka pertandingan tunggal putra dengan merebut gim pertama 25-23 atas Jason Gunawan dari Hong Kong. Namun, ia tak mampu mempertahankan keunggulan setelah kalah 11-21 pada gim kedua dan 13-21 di gim penentu.

Ginting mengatakan Jason tampil lebih siap setelah mengubah irama permainan. “Di gim kedua dan ketiga, lawan mencoba mengubah ritme dan saya sudah mencoba meladeni dan cari cara untuk mencuri poin, tapi dia sudah lebih siap,” ujarnya.

Ia menilai Jason lebih sedikit membuat kesalahan, sementara dirinya belum konsisten menjalankan pola yang sempat ditemukan. Meski belum mencapai performa yang ditargetkan, Ginting merasakan kemajuan dalam menerapkan evaluasi, termasuk untuk menjaga ketenangan dan menentukan strategi. Ia juga mulai kembali menikmati pertandingan dan berharap perkembangan itu menjadi bekal untuk persiapan turnamen berikutnya.

Di nomor tunggal putri, Dhinda kalah dua gim langsung dari unggulan kedua asal Jepang, Akane Yamaguchi, dengan skor 13-21 dan 18-21. Dhinda sempat mengimbangi permainan pada awal laga, tetapi tertinggal setelah Yamaguchi meningkatkan kecepatan seusai interval gim pertama.

“Di awal gim pertama, saya bisa mengimbangi dia, tapi setelah poin 11 dia mempercepat tempo dan jauh meninggalkan saya,” kata Dhinda. Ia juga kesulitan menghadapi bola-bola pengembalian Yamaguchi yang jatuh jauh di area belakang, sehingga beberapa kali kehilangan poin akibat kesalahan sendiri.

Dhinda sempat meraih beberapa angka beruntun menjelang akhir gim kedua, tetapi belum cukup untuk mengubah hasil pertandingan. Ia menyebut kekuatan fisik dan konsistensi perlu ditingkatkan saat menghadapi pemain papan atas. Meski tersingkir, Dhinda bersyukur mencapai perempat final setelah lebih dulu melewati babak kualifikasi dan masuk ke undian utama.

Penulis: Emel Yanie