INDONESIAKINI.ID – Gangguan layanan bank digital Ueno yang mengelola dana publik dan melayani sekitar tiga juta nasabah berkembang menjadi krisis politik di Paraguay hingga Presiden Santiago Peña mengundurkan diri. Penanganan bank yang melanggar aturan solvabilitas itu memicu pertanyaan tentang kemungkinan konflik kepentingan dan independensi regulator keuangan.
Bank Sentral Paraguay menemukan Ueno tidak memenuhi ketentuan minimum solvabilitas, lalu menempatkannya dalam mekanisme resolusi. Langkah tersebut merupakan tindakan serius sebelum kemungkinan likuidasi langsung, sementara nasabah untuk sementara kehilangan akses ke rekening, termasuk pensiunan penerima tunjangan pemerintah.
Ueno bukan hanya menyimpan dana masyarakat. Pada Juni, bank itu menyatakan memiliki sekitar tiga juta nasabah dari populasi Paraguay yang mencapai sekitar 6,5 juta jiwa serta mengelola kurang lebih 850 juta dolar AS, termasuk dana lembaga negara dan badan terkait pengelolaan pensiun.
Skala itu membuat gangguan Ueno menuntut respons pemerintah. Pemerintah berupaya mempercepat pembayaran kepada deposan yang terdampak dan memastikan perlindungan dana publik, sementara regulator juga memeriksa dugaan pemberian kredit berlebihan kepada perusahaan yang berhubungan dengan Grupo Vazquez, pemegang saham pengendali Ueno.
Nama Peña terseret karena ia pernah memiliki saham di Grupo Vazquez sebelum terpilih sebagai presiden pada 2023. Peña mengatakan telah menjual kepemilikannya pada Maret 2025; Ueno, di sisi lain, membantah adanya hubungan kepemilikan langsung dan menyatakan Peña bukan pemegang saham ataupun investor bank tersebut.
Oposisi menuding persoalan itu mengandung konflik kepentingan, penyalahgunaan dana pensiun, serta upaya menutupi masalah kelembagaan. Peña menolak tuduhan pelanggaran dan menyebut kontroversi tersebut sebagai eskalasi politik atas persoalan regulasi yang semestinya diselesaikan melalui proses hukum.
Tekanan meningkat setelah jaksa pada Kamis menyatakan Peña termasuk pihak yang sedang diselidiki terkait kegagalan Ueno. Ia belum menjalani pemeriksaan, sedangkan pada pekan yang sama aparat menerbitkan surat perintah penangkapan bagi delapan eksekutif bank itu. Polemik juga menyentuh pengawasan bank sentral karena kepala lembaga tersebut, Carlos Carvallo, pernah memimpin Ueno; bank sentral menyatakan Carvallo telah mengundurkan diri dari seluruh proses pengambilan keputusan terkait bank itu.
Penulis: Emel Yanie



