Masalah Sampah Menumpuk di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura
Di beberapa titik strategis di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, terjadi penumpukan sampah yang cukup mengkhawatirkan. Keadaan ini disebabkan oleh lumpuhnya operasional armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selama sepekan terakhir. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat dan pihak berwenang.
Penyebab Utama Penumpukan Sampah
Menurut pernyataan Bupati Jayapura, Yunus Wonda, kendala teknis pada DLH menjadi penyebab utama dari penumpukan sampah tersebut. Ia menjelaskan bahwa operasional pengangkutan sampah terhenti selama seminggu terakhir akibat dua faktor utama: kelangkaan bahan bakar dan kerusakan armada pengangkut sampah.
“Saya sudah telepon kepala dinas kenapa sampah terlalu banyak ada dua hal yakni bahan bakar dan armada yang rusak membuat tidak bisa memuat. Jadi dalam satu minggu ini setop,” ujar Yunus saat menghadiri kegiatan menanam bibit sagu di Kampung Ifale.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, juga menyampaikan bahwa armada pengangkut sampah biasanya mengisi solar di SPBU Hawai. Namun, ia mengklaim bahwa stok solar yang belum tersedia menghambat operasional rutin. Selain itu, kerusakan dua unit armada serta alat berat ekskavator di TPA Waibron memperburuk kondisi pelayanan sampah di wilayah Sentani.
Dampak Penumpukan Sampah
Penumpukan sampah tidak hanya terjadi di TPS Hinekombe, tetapi juga di Jalan Hawai, jalan belakang Bandara Sentani, maupun di belakang Stadion Barnabas Youwe (SBY). Kondisi ini membuat petugas kesulitan menaruh bak sampah karena warga telah lebih dulu membuang sampah.
Salmon mengungkapkan bahwa sebagian warga tidak bersedia menaruh bak sampah di sekitar pemukiman. Hal ini diperparah oleh developer perumahan yang enggan menyiapkan lokasi untuk bak sampah sementara. Padahal, sesuai aturan seharusnya 40 persen wilayah pemukiman di perkotaan wajib menyiapkan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
“Jadi memang kita kerja keras lagi untuk menata sampah,” ujarnya.
Perkembangan Terbaru
Meski demikian, Telenggen menyanggupi bahwa sebelum perayaan Paskah, petugas kembali beroperasi untuk mengangkut sampah. “Ini juga tergantung stok SPBU yang tersedia. SPBU juga tidak tersedia pas lebaran. Bupati sudah telepon dan kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak gereja supaya sebelum Paskah sampah sudah diangkat,” katanya.
Penyanggahan dari SPBU Hawai
Sementara itu, Manager SPBU Hawai, Richardo, melalui panggilan telepon membantah kekosongan bahan bakar. Ia menegaskan bahwa stok Solar, Pertamax, Dexlite, hingga Pertalite tersedia setiap hari semenjak hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.
“[Solar] ada terus kok setiap hari. Antrian truk memang banyak karena hanya kita di Kabupaten Jayapura yang menjual solar. Setiap hari ada antrian,” ujarnya.
Menurut Rocardo, penjualan BBM mencapai 16 ton per hari dan pasokan dari Pertamina berjalan normal tanpa ada lonjakan pembelian yang berarti selama momen hari raya.
“Kalau beli di Pertamina 10 ton yah 10 ton. Kita habiskan lagi lalu buka lagi besoknya. Justru sepi di momen hari raya tidak ada lonjakan pengisian BBM,” tutupnya.
Kesimpulan
Masalah penumpukan sampah di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, merupakan tantangan yang harus segera diselesaikan. Meskipun DLH sedang berupaya memperbaiki kondisi, masih ada beberapa kendala yang menghambat operasional mereka. Masyarakat dan pihak berwenang perlu bekerja sama untuk mencari solusi jangka panjang agar kondisi seperti ini tidak terulang kembali.






