SORONG – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatat kinerja positif di Terminal Peti Kemas (TPK) Sorong sepanjang triwulan I 2026. Arus peti kemas (throughput) mencapai 16.131 TEUs, tumbuh 10 persen dibandingkan target perusahaan hingga Maret 2026 sebesar 14.616 TEUs.
Peningkatan ini didorong oleh momentum angkutan barang selama periode Hari Raya Idulfitri pada Februari hingga Maret, serta tambahan arus peti kemas akibat perubahan pola distribusi (transhipment) kapal PT SPIL yang kini melalui Pelabuhan Sorong.
Terminal Head TPK Sorong, Welta Selfie, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari proses transformasi terminal. Menurutnya, Pelabuhan Sorong yang sebelumnya beroperasi secara konvensional kini telah berkembang menjadi terminal petikemas yang lebih modern dan terstandarisasi.
“Pelabuhan Sorong yang sebelumnya beroperasi secara konvensional kini telah berkembang menjadi terminal petikemas yang lebih modern dan terstandarisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama dalam mendukung kinerja operasional. Pembekalan serta penyegaran pengetahuan kepelabuhanan terus dilakukan guna memastikan petugas memiliki kompetensi yang memadai.
“Penguatan SDM penting agar siap menghadapi dinamika industri logistik yang semakin kompetitif,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua ALFI/ILFA Pelabuhan Sorong, Wawan, mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat manajemen berpuas diri. Ia menilai pertumbuhan throughput harus dijaga melalui kolaborasi erat dengan para pemangku kepentingan, khususnya pelaku Jasa Pengurusan Transportasi (JPT).
“Sinergi dengan stakeholder menjadi kunci untuk menjaga kelancaran arus logistik di Sorong dan sekitarnya. TPK Sorong juga perlu terus memantau tren kinerja agar pertumbuhan tetap berkelanjutan,” ujar Wawan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan serta keterbukaan terhadap masukan pengguna jasa sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.
Selain peningkatan operasional, manajemen TPK Sorong mulai mendorong inisiatif keberlanjutan. Salah satunya melalui rencana pembangunan rumah pembibitan tanaman sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat transformasi TPK Sorong menjadi terminal yang tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.






