Ruben Onsu Kecewa, Masalah Keterlibatan Anak dengan Ayahnya
Ruben Onsu mengungkapkan kekecewaannya terhadap kesulitan yang dialaminya dalam bertemu dengan anak-anak kandungnya bersama Sarwendah. Ia menduga bahwa mantan istrinya sengaja menjauhkan anak-anak dari ayah kandung mereka.
Meskipun ia telah berusaha memenuhi kewajibannya sebagai orang tua, seperti memberikan nafkah bulanan sebesar Rp200 juta, Ruben merasa masih sulit untuk bisa bertemu dengan anak-anaknya. Hal ini menunjukkan bahwa ia merasa tidak diberi hak yang seharusnya dimiliki oleh seorang ayah.
Minola, kuasa hukum Ruben, menegaskan bahwa anak memiliki hak untuk bertemu dengan ayahnya dan sebaliknya. Ia menekankan bahwa anak bukanlah benda, melainkan makhluk yang memiliki perasaan dan hati.
“Anak itu kan bukan benda, dia punya hati dan perasaan. Dia punya hak bertemu dengan ayahnya, ayahnya juga punya hak untuk bertemu dengan dia,” ujar Minola dalam wawancara di YouTube Reyben Entertainment, Selasa (26/5/2026).
Minola menyarankan agar Sarwendah melaksanakan isi perjanjian yang telah disepakati setelah perceraian antara Ruben dan Sarwendah. Dalam perjanjian tersebut, anak-anak diperbolehkan tinggal bersama Ruben selama dua hingga tiga hari dalam seminggu.
“Laksanakan isi perjanjian, dua atau tiga hari menginap sama Ruben. Atur! Berikan waktunya!” ajak Minola.
Alasan yang Tidak Memuaskan
Kuasa hukum Ruben tampak marah dengan alasan yang diberikan oleh Sarwendah, yaitu anak-anak ingin berkunjung ke rumah neneknya alih-alih bertemu ayahnya. Menurut Minola, hal ini tidak dapat menjadi alasan yang sah.
“Jadi jangan alasan misalnya, dia nggak mau, dia mau ke rumah neneknya. Orang tua juga harus kasih tau dong sama anaknya. Jangan kita berlindung dari anaknya yang nggak mau, kasih tau dong anaknya! Didik dong anaknya!” tegas Minola.
Ia berharap Sarwendah bisa lebih aktif dalam mendidik dan membiasakan anak-anaknya untuk bertemu dengan ayahnya. “Ayo dong didik anak kita supaya anak kita juga menghormati orang tuanya. Memiliki waktu bertemu orang tuanya.”
Minola khawatir jika anak-anak tidak dididik dengan benar, maka mereka akan menjadi durhaka kepada ayahnya. “Jangan nanti kemudian karena anak ini tidak dididik dengan benar, akhirnya anak ini jadi durhaka sama ayahnya.”
Dugaan Penjauhan Anak dari Ayah
Minola menduga bahwa Sarwendah sengaja menjauhkan anak-anak dari Ruben. Ia menyebut bahwa anak-anak justru lebih dekat dengan kekasih Sarwendah, Giorgino Antonio.
“Anaknya nggak pernah dikasih nginep sama Ruben, kayaknya nggak pernah. Patut diduga anaknya ini dijauhkan dari dia sebagai ayah kandungnya, malah didekatkan dengan orang lain yang bukan ayah kandungnya,” papar Minola.
Dalam perjanjian yang telah disepakati, Ruben memiliki hak untuk berkumpul dengan ketiga anaknya selama dua hingga tiga hari dalam seminggu. Namun, perjanjian tersebut belum terwujud secara penuh.
“Perjanjian itu harus dilaksanakan secara komplit, tidak boleh dipilah-pilah. Nah salah satunya adalah di dalam akta 39 itu disebutkan bahwa dalam satu minggu itu Ruben memiliki hak untuk berkumpul, bukan hanya bertemu. Berkumpul dengan ketiga anaknya, dua sampai tiga hari dalam satu minggu,” jelas Minola.
Kewajiban yang Dilakukan oleh Ruben
Meskipun ada kendala dalam pertemuan, Ruben tetap menjalankan kewajibannya terhadap anak-anaknya. Bahkan, ia melampaui apa yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.
“Sementara Ruben terus merealisasikan apa yang menjadi kewajibannya. Bahkan melampaui apa yang jadi kewajibannya,” ungkap Minola.
Menurutnya, uang bulanan yang diberikan oleh Ruben mencapai Rp200 juta per bulan. Tidak hanya kebutuhan pokok, keinginan anak juga ditanggung oleh Ruben, termasuk tiket liburan.
“Yang sampai muncul biaya bulannya Rp200 jutaan per bulan. Bahkan apa seharusnya tidak jadi tanggung jawab Ruben pun ditanggungjawabi. Tiket berpergian, tiket nonton,” paparnya.
Namun, kewajiban yang dilaksanakan oleh Ruben tidak sejalan dengan hak yang seharusnya ia dapatkan. “Tapi haknya Ruben tetap nggak bisa dia dapatkan,” sesalnya.
Akibatnya, Ruben merasa kecewa dan sempat berpikir tentang arti dari kewajibannya. “Akhirnya Ruben berpikir, ‘kenapa harus taat melaksanakan kewajiban saya, bahkan melampaui apa yang menjadi kewajiban saya’. ‘Sementara hak saya itu tidak pernah diberikan’,” ujar Minola.






