JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mencetak terobosan baru melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Per 1 Juni 2026, layanan MBG resmi diperluas hingga Jeddah, Arab Saudi, untuk melayani jemaah haji Indonesia dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di kota tersebut.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut ekspansi ini sebagai wujud komitmen negara untuk hadir menjamin pemenuhan gizi warga Indonesia di luar negeri.
“MBG tidak berhenti di sekolah dalam negeri. Anak-anak, jemaah haji, dan TKI merupakan generasi Indonesia yang sama-sama harus kita jaga gizinya,” kata Dadan saat pelepasan Dapur MBG Jeddah di Jakarta, Minggu (1/6/2026).
Dapur MBG Jeddah Layani 8.000 Porsi per Hari
Dapur MBG Jeddah dioperasikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Luar Negeri yang bekerja sama dengan KJRI Jeddah dan PPIH Arab Saudi. Kapasitas awal layanan mencapai 8.000 porsi per hari.
Menu yang disajikan disesuaikan dengan standar gizi BGN dan selera Nusantara, yakni nasi, lauk berprotein hewani, sayuran, buah-buahan, dan susu. Bahan baku dipasok oleh 12 UMKM diaspora Indonesia di Jeddah dan Madinah.
“Ini sekaligus menggerakkan ekonomi warga Indonesia di Arab Saudi,” ujar Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad.
Pada tahap awal, sasaran prioritas MBG Jeddah adalah jemaah haji lanjut usia, jemaah yang sakit, dan TKI sektor informal yang rentan mengalami malnutrisi.
Data KJRI Jeddah mencatat terdapat sekitar 230.000 TKI di wilayah kerja Jeddah. Sebanyak 40 persen di antaranya bekerja di sektor domestik.
“Jemaah haji membutuhkan asupan gizi yang tepat agar kuat menjalankan ibadah. TKI juga membutuhkan makanan bergizi agar tetap produktif. MBG Jeddah menjawab dua kebutuhan tersebut,” jelas Direktur Haji Dalam Negeri Kementerian Agama, Zainal Muttaqin.
Sistem Payment Tracker dan Sertifikasi Halal
BGN memastikan tata kelola MBG Jeddah mengacu pada standar nasional. Fitur Payment Tracker pada aplikasi Reviu MBG diterapkan untuk memantau pembayaran kepada UMKM diaspora.
Seluruh bahan baku dan proses pengolahan makanan juga telah bersertifikat halal dari MUI serta memenuhi standar Saudi Food and Drug Authority.
“Transparan dan akuntabel. Tidak boleh ada keterlambatan pembayaran kepada pemasok. Ini prinsip MBG di mana pun,” tegas Deputi Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan.
Ekspansi Berikutnya ke Malaysia dan Hong Kong
Keberhasilan MBG Jeddah akan menjadi model untuk ekspansi ke negara lain yang menjadi kantong TKI.
BGN membidik Malaysia dan Hong Kong sebagai lokasi Dapur MBG berikutnya pada kuartal III 2026.
“Di mana ada warga Indonesia yang membutuhkan, MBG harus hadir,” kata Dadan.
Hingga 1 Juni 2026, MBG di dalam negeri telah menjangkau 27,3 juta penerima manfaat melalui 23.842 SPPG. Program ini menyerap 1,2 juta tenaga kerja serta melibatkan 142 ribu UMKM. (Jai)
Bukan Hanya Ibadah, Gizi Jemaah Haji Kini Ditanggung Negara melalui MBG Jeddah






