BERITA  

AS cegat rudal Iran di Selat Hormuz dan hancurkan radar Qeshm



JAKARTA – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengakui telah mencegat rudal balistik dan pesawat nirawak yang diluncurkan oleh Iran. Selain itu, pasukan AS juga melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas radar pengawas milik Iran di Pulau Qeshm.

Pernyataan CENTCOM menyebutkan bahwa pada 5 Juni lalu, pasukan AS berhasil mencegat sejumlah rudal balistik dan drone yang ditembakkan oleh Iran ke arah Selat Hormuz dan wilayah sekitar Teluk. Dalam keterangannya, CENTCOM menegaskan bahwa beberapa jam sebelumnya, mereka telah menembak jatuh empat drone yang dilepaskan Iran menuju Selat Hormuz. Menurut pernyataan tersebut, drone-drone serangan ini dianggap sebagai ancaman nyata terhadap lalu lintas maritim di kawasan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, pasukan AS melakukan serangan terhadap fasilitas radar pengawas Iran di pesisir Goruk dan Pulau Qeshm. Berdasarkan penilaian awal, CENTCOM menyatakan bahwa enam dari tujuh rudal yang diluncurkan Iran berhasil dicegat, sementara satu rudal gagal mencapai targetnya. AS juga membantah klaim Iran yang menyatakan bahwa mereka telah merusak markas armada kelima AS di Bahrain.

Selain itu, CENTCOM mempublikasikan sebuah video yang menampilkan proses serangan AS terhadap fasilitas radar di Goruk dan Pulau Qeshm. Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap berbagai sasaran di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan ini menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa dari kalangan sipil. Akibatnya, Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata untuk memfasilitasi dialog perdamaian. Namun, negosiasi yang berlangsung di Islamabad belum memberikan hasil signifikan dalam mencapai kesepakatan damai.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sejumlah pangkalan musuh di Kuwait dan Bahrain setelah drone Amerika Serikat menyerang lokasi-lokasi di wilayah Iran. Menurut laporan Tasnim News, Angkatan Udara IRGC menargetkan Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait serta fasilitas utama Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain dengan rudal balistik.

Serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan drone AS terhadap menara telekomunikasi di Pulau Qeshm dan sebuah menara di Sirik. IRGC juga memperingatkan bahwa agresi lebih lanjut akan memicu respons yang lebih besar, termasuk penutupan total Selat Hormuz bagi pengiriman minyak dan gas.

Ancaman ini menimbulkan ketakutan di pasar energi global dan meningkatkan kekhawatiran akan dampak ekonomi yang berkepanjangan. Ketegangan regional semakin memburuk setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari, yang memicu serangkaian aksi balasan dan memperluas ketidakstabilan di kawasan tersebut.

Sebagai balasan, Iran kemudian meluncurkan serangan terhadap Israel dengan menargetkan negara-negara yang menjadi pangkalan militer AS. Selain itu, Iran juga mengganggu pelayaran melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi pasokan energi global. Meski gencatan senjata mulai berlaku, upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas masih terus berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *