BERITA  

Diduga jadi korban kekerasan di toilet mall, Muzakki Ramdhan alami luka fisik dan gangguan psikologis

 

Muzakki Ramdhan diduga menjadi korban penganiayaan seorang pria tak dikenal di toilet Trans Studio Mall Cibubur, Jawa Barat, Kamis (11/6) malam. Wajah pemain film Pengabdi Setan itu dipukul hingga mengalami luka memar di bagian mulut.

Informasi tersebut dibagikan oleh sang aktor di Instagram pribadi. Muzakki juga mengunggah bukti video mulutnya mengeluarkan darah. Dia menjelaskan, sebetulnya insiden itu terjadi karena sebuah kesalahpahaman.

Berawal dari kondisi Muzakki yang mendadak mual usai menaiki salah satu wahana. “Aku lagi mual dan pengin muntah karena habis naik roller coaster. Pergi lah aku ke toilet. Buru-buru aku lari ke bilik toilet,” kata dia.

Di tengah keadaan darurat itu, tanpa sengaja Muzakki menutup bilik toilet dengan keras. “Karena buru-buru aku nggak sengaja nutup pintu toiletnya kekencengan,” ujar dia.

Namun, kondisi tersebut justru memicu amarah pengguna toilet lain. Aktor berusia 16 tahun itu dituding membuat kekacauan.

“Habis muntah, aku keluar toilet. Bilik di sebelahku juga buka pintu, aku pikir nggak ada orang. Ada bapak-bapak tubuhnya lebih besar dari aku, ngikutin aku jalan keluar,” jelas Muzakki.

Setibanya mereka di lorong depan toilet, Muzakki ditegur oleh pria tersebut dengan cara yang kurang etis. Dia dituduh sengaja menendang pintu toilet.

“Aku ditarik sama bapak-bapak itu, dia marahin aku ‘kamu tadi nendang-nendang toilet, ya?’ dengan nada tinggi,” beber Muzakki.

Setelah mengelak, Muzakki memutuskan untuk meminta maaf lantaran tidak sengaja menutup bilik toilet terlalu keras. Namun, pernyataan remaja keturunan Aceh itu tidak digubris. Emosi pria tersebut malah makin menjadi-jadi hingga melakukan dugaan tindak penganiayaan.

“Bapak itu dorong mukaku kenceng pakai telapak tangan terbuka sampai aku terdorong dan kepalaku mengenai dinding. Bibir aku berdarah,” ucap Muzakki.

Tak hanya melukai fisik, insiden tersebut juga membuatnya mengalami gangguan psikologis. “Aku syok, badanku gemeteran. Aku cuma bisa minta maaf, aku sampai berlutut minta maaf, tapi bapak itu terus memarahi aku,” ungkapnya.

Muzakki menyayangkan kejadian tersebut yang semestinya bisa diselesaikan dengan kepala dingin. “Semua cuma kesalahpahaman. Nggak seharusnya aku jadi korban kayak gini,” tutur Muzakki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *