BERITA  

Gempa Sangihe: Tahuna Bergetar Lagi 10 Juni 2026

Gempa Bumi Guncang Sulawesi Utara, Warga Diingatkan untuk Tetap Tenang dan Waspada

Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) kembali diguncang oleh aktivitas seismik pada Rabu pagi, 10 Juni 2026. Gempa bumi yang terasa cukup signifikan ini berpusat di dekat Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kejadian ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, namun penting untuk tetap tenang dan mengetahui langkah-langkah yang perlu diambil untuk keselamatan.

Menurut catatan seismograf, gempa terjadi pada pukul 09:12:58 Waktu Indonesia Tengah (Wita) dengan kekuatan Magnitudo 4.1. Titik pusat gempa dilaporkan berada pada koordinat 5.00 Lintang Utara dan 125.34 Bujur Timur. Kedalaman gempa yang relatif dangkal, yaitu hanya 5 kilometer di bawah permukaan bumi, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan guncangan terasa cukup kuat di wilayah sekitarnya, termasuk Tahuna yang merupakan ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Sebelumnya, pada pagi yang sama, wilayah Sangihe juga telah diguncang oleh gempa bumi lain dengan magnitudo yang lebih kecil, yaitu Magnitudo 3.9 dan 3.4. Gempa-gempa ini terjadi sekitar pukul 05:13:54 Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan lokasi yang juga berdekatan, yaitu 196 km Barat Laut Tahuna, dan kedalaman hanya 2 kilometer. Frekuensi gempa di wilayah ini menunjukkan adanya aktivitas tektonik yang perlu diwaspadai.

Tahuna sendiri merupakan sebuah kota yang terletak cukup jauh dari Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara. Jaraknya mencapai sekitar 278 kilometer melalui jalur udara. Perjalanan udara dari Manado ke Tahuna biasanya memakan waktu antara 50 hingga 60 menit, sementara jalur laut memerlukan waktu yang jauh lebih lama, sekitar 8 hingga 12 jam, tergantung pada jenis kapal dan kondisi cuaca yang dihadapi.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa Bumi?

Menghadapi gempa bumi yang bisa datang kapan saja, pengetahuan mengenai tindakan pencegahan dan penanganan sangatlah krusial. Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang dapat diikuti saat terjadi gempa bumi, tergantung pada lokasi Anda:

1. Saat Berada di Dalam Rumah

Keselamatan diri dan keluarga adalah prioritas utama saat berada di dalam rumah ketika gempa terjadi.

  • Pastikan Diri dan Keluarga Aman: Segera cari tempat berlindung yang aman.
    • Berlindung di Kolong Meja: Meja yang kokoh dapat memberikan perlindungan dari benda-benda yang berjatuhan seperti lampu, plafon, atau perabotan lainnya. Pegang erat kaki meja agar tidak bergeser. Jika tidak ada meja, lindungi kepala dengan bantal, buku tebal, atau benda lain yang bisa meredam benturan. Kusen pintu juga bisa menjadi tempat berlindung yang cukup aman.
    • Segera Matikan Kompor/Tungku: Jika ada api yang menyala, segera padamkan. Kebiasaan ini sangat penting untuk mencegah kebakaran, terutama jika terjadi kerusakan pada saluran gas. Ajari anggota keluarga lain untuk melakukan hal yang sama. Dalam situasi gempa, bantuan pemadam kebakaran mungkin tidak dapat segera datang.
    • Jangan Panik dan Segera Keluar Rumah dengan Tertib: Kaca, genteng, dan material bangunan lainnya bisa berjatuhan. Pagar atau dinding pemisah juga berisiko roboh. Saat keluar rumah, lakukan dengan hati-hati dan tertib. Periksa apakah ada anggota keluarga yang terluka. Jika ada, berikan pertolongan pertama (P3K). Jika luka parah, segera minta pertolongan.

2. Saat Berada di Luar Rumah

Jika Anda berada di luar rumah saat gempa terjadi, fokuslah pada perlindungan diri dari potensi bahaya di lingkungan sekitar.

  • Lindungi Kepala dan Hindari Bahaya: Jauhi bangunan, pohon tinggi, dan kabel listrik yang bisa roboh atau menimpa Anda. Waspadai reruntuhan seperti balok beton, genteng, dan kaca yang berjatuhan. Bergeraklah menuju area terbuka yang lapang dan aman.

3. Saat Berada di Pusat Perbelanjaan, Bioskop, atau Pasar

Tempat-tempat ramai seperti pusat perbelanjaan, bioskop, dan pasar memiliki risiko kepanikan yang lebih tinggi.

  • Jangan Panik dan Ikuti Instruksi Petugas: Kepanikan massal dapat membahayakan lebih banyak orang. Dengarkan instruksi dari petugas keamanan atau karyawan. Jika terjadi kebakaran dan asap tebal, segera membungkuk untuk menghindari menghirup asap dan cari jalan keluar yang aman.

4. Saat Berada di Dalam Bangunan Bertingkat

Bangunan bertingkat biasanya memiliki sistem keselamatan darurat yang akan aktif saat gempa.

  • Gunakan Fasilitas Darurat dengan Bijak: Jangan kaget jika alarm berbunyi atau listrik padam. Lift dan eskalator akan berhenti di lantai terdekat.
    • Berlindung di Bawah Benda Kokoh: Sama seperti di rumah, berlindung di bawah meja atau benda kuat lainnya.
    • Jauhi Jendela: Pecahan kaca dari jendela bisa sangat berbahaya.
    • Tetap di Lantai yang Sama: Hindari naik atau turun menggunakan tangga atau lift.
    • Jangan Gunakan Lift atau Eskalator: Fasilitas ini bisa berhenti mendadak atau mengalami kerusakan.

5. Saat Berada di Dalam Perjalanan

  • Dengan Kereta Api:
    • Berpegang pada Sesuatu yang Aman: Pegang tiang atau sandaran kursi dengan erat untuk mencegah jatuh saat kereta berhenti mendadak. Tetap tenang dan ikuti petunjuk petugas.
  • Dengan Mobil:
    • Menepilah dan Berhenti: Segera pinggirkan kendaraan ke sisi kiri jalan dan berhenti. Hindari berhenti di bawah atau di atas jembatan, serta jangan mencoba melintasinya. Perlu diingat, gempa kuat dapat membuat setir terasa berat dan sulit dikendalikan. Jauhi persimpangan jalan.

6. Saat Berada di Pegunungan atau Laut

  • Di Pegunungan: Waspadai potensi tanah longsor. Segera mengungsi ke area terbuka yang datar dan aman.
  • Di Laut/Pantai: Getaran gempa bisa memicu tsunami. Perhatikan tanda-tanda kenaikan pasang gelombang. Jika ada tanda tersebut, segera lari ke tempat yang lebih tinggi yang sudah dikenal keamanannya.

7. Tindakan Pencegahan Tambahan

  • Jangan Memasuki Bangunan yang Rusak: Bangunan yang telah terkena gempa berisiko roboh lebih lanjut akibat gempa susulan.
  • Dengarkan Informasi Resmi: Ikuti informasi mengenai gempa dari sumber yang terpercaya, seperti radio. Jangan mudah percaya isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.
  • Isi Angket Kerusakan: Jika diminta oleh instansi terkait, berikan informasi yang akurat untuk membantu pendataan kerusakan.
  • Tetap Tenang dan Berdoa: Ketenangan dan doa adalah kekuatan penting dalam menghadapi bencana.

Dengan kesiapan dan pengetahuan yang memadai, diharapkan masyarakat dapat meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan diri serta orang lain saat terjadi gempa bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *