Karina Ranau Membela Karyawan yang Dihujat Netizen
Karina Ranau menunjukkan emosinya saat menjawab pertanyaan awak media terkait hujatan netizen terhadap karyawannya. Menurutnya, para pegawai justru menjadi orang pertama yang memberikan pertolongan setelah dirinya didorong oleh seorang pria misterius.
Emosi yang Muncul Saat Diwawancarai
Suara Karina yang sebelumnya tenang saat menjelaskan kronologi kejadian berubah menjadi lebih keras ketika membela para pegawainya. Ia menyebut bahwa netizen tidak memahami situasi sebenarnya dan hanya menghakimi tanpa mengetahui seluruh fakta.
“Anak-anak ini (karyawan) semuanya nolongin saya Mas,” kata Karina di Warung miliknya di kawasan Pancoran Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2026). Ia juga menyampaikan bahwa banyak orang di media sosial mengatakan hal-hal yang tidak pantas tentang karyawan-karyawan tersebut.
Tindakan Karyawan yang Dilakukan
Menurut Karina, setelah pelaku mendorong dirinya, para karyawan langsung bergerak untuk mengepung pria tersebut. Mereka bahkan berusaha menghentikan pelaku yang sedang dalam kondisi emosi.
“Kalian enggak tahu anak-anak ini sudah ngerubutin dia, sudah mau dipukul mungkin, bajunya sudah diginiin,” katanya sambil memperagakan gerakan menarik kerah baju. Mereka juga berteriak dan mencoba menghentikan pelaku yang tampak panik.
CCTV di Warung Mati
Karina menilai banyak orang hanya melihat potongan video yang beredar tanpa mengetahui keseluruhan kronologi. Apalagi saat kejadian berlangsung, kamera CCTV di warung miliknya sedang tidak berfungsi.
“CCTV itu (warung) mati. Biasanya kan CCTV nangkep banget. Cuma lagi mati,” jelasnya. Ia merasa sedih karena setelah menjadi korban, dirinya dan para karyawan justru ikut disalahkan.
“Oh baik banget! Panggil mereka biar (jadi) saksi,” ujarnya tegas.
Kondisi Syok Usai Didorong Pria Misterius
Karina mengaku saat kejadian dirinya berada dalam kondisi syok sehingga tidak bisa mengingat seluruh detail tindakan para karyawan. “Saya itu stres kemarin. Saya enggak tahu, enggak bisa mikir. Sudah keliyengan, gelap,” katanya.
Meski demikian, satu hal yang ia yakini adalah para pegawai tersebut telah berusaha membantunya. Karena itu, Karina tidak terima ketika mereka menjadi sasaran ejekan.
Dengan nada penuh emosi, Karina menegaskan dirinya akan terus membela para pegawainya. “Apa pun kalian (netizen) ngomong, saya akan membela merekalah. Perjuangan mereka,” ungkapnya.
Kronologis Kekerasan
Karina Ranau menceritakan secara rinci insiden yang membuatnya cedera. Gerakan tubuh Karina saat menceritakan ketegangan di warungnya seperti memperagakan posisi tubuhnya saat kejadian. Sesekali ia menggerakkan tangan untuk menggambarkan aktivitasnya di warung dan bagaimana situasi berubah dalam hitungan detik.
“Jadi kemarin itu hari Senin. Seperti biasa saya sedang beraktivitas di warung. Dari pagi saya sudah ada,” kata Karina Ranau di kawasan Pancoran Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2026). “Pokoknya setiap hari otak saya berpikir untuk warung ini,” ujar Karina dengan nada serius.
Menurut Karina, pria tersebut datang menjelang jam operasional warung. Saat itu terpal bagian depan masih tertutup dan para karyawan masih melakukan persiapan. Menirukan cara bicara pria tersebut, Karina mengaku sudah merasa tidak nyaman sejak awal.
“Dia datang langsung buka ini,” katanya sambil menunjuk ke arah bagian depan warung. “Langsung bilang, ‘Pesen dong! Ini nila berapa?’ gitu,” sambung Karina.
Karina mengaku sudah meminta pria itu menunggu karena warung belum buka. Namun menurut pengakuannya, pria itu menunjukkan sikap tak ramah. “Saya bilang ‘Bapak sebentar ya Pak, kita bukanya sebentar lagi.’ Tapi dia maunya sekarang juga. Dari awal sudah tidak enaklah,” ujarnya.
Situasi semakin memanas ketika persoalan parkir muncul. Karina menjelaskan area parkir warungnya terbatas sehingga ia berusaha menjaga agar kendaraan pelanggan tidak mengganggu usaha lain di sekitar lokasi. Sambil menunjuk ke sisi warung, Karina menjelaskan motor pria tersebut sejak awal diparkir di lokasi yang menurutnya kurang tepat.
Saat warung mulai dibuka, Karina yang sedang menyapu mencoba meminta pria itu memindahkan kendaraannya. Karina bercerita dengan fasihnya, sambil memperagakan gerakan menyapu yang dilakukannya saat itu. “Saya lagi nyapu. Saya bilang, ‘Pak, motornya bisa dipindahin dulu di sana ya Pak? Soalnya enggak enak’ gitu,” katanya.
Awalnya pria itu menjawab akan memindahkan motornya. Namun ketika Karina kembali meminta agar dilakukan saat itu juga, respons yang diterimanya justru berupa bentakan. Dalam keadaan emosi, setelah itu, pria tersebut menghampirinya. Karina menggerakkan kedua tangannya untuk memperagakan bagaimana dirinya melepaskan sapu dan pengki yang sedang dipegang karena terkejut.
“Pada saat dia kencang, saya kan megang ini (sapu). Saya digituin (bentak) gimana sih, saya lepas ini, pengki sama sapunya saya lepas,” tuturnya. Momen berikutnya masih membekas kuat dalam ingatannya. Karina mengaku sempat berpikir dirinya akan dipukul oleh pria tersebut. Ia bahkan menyebut sudah pasrah menghadapi kemungkinan terburuk ketika melihat pria tersebut menghampiri dirinya dalam keadaan emosi.
“Saya sudah, ‘Wah ini saya dipukul nih dalam hati. Bonyok nih muka saya’ gitu lah,” ujarnya. Namun yang terjadi bukan pukulan. Sambil menunjuk bagian bahunya, Karina menggambarkan arah dorongan yang diterimanya. “Ternyata dia enggak mukul, dia mendorong. Dan mendorongnya kencang banget,” katanya. Karina mengatakan tubuhnya terdorong hingga terjatuh cukup jauh dari posisi awalnya berdiri.
“Emosi yang dia bawa dari sana ke sini, saya didorong nih posisinya di sini, kencang banget sampai jatuh ke sana,” tuturnya. Wajahnya berubah serius ketika mengingat dampak yang dirasakan setelah terjatuh. Ia kemudian menunjuk bagian kakinya yang sempat mengalami luka.






