JAKARTA – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Mohamad Guntur Romli, menolak tudingan yang menyebut partainya terlibat dalam demonstrasi mahasiswa yang berlangsung pada Senin (12/6) lalu.
Pernyataan ini disampaikan Guntur sebagai respons atas pernyataan BEM Bersatu yang dianggap memperkuat narasi bahwa PDIP terlibat dalam aksi tersebut. Ia menilai tudingan tersebut tidak didasarkan pada bukti yang jelas dan logis.
“Jangan merendahkan gerakan independen mahasiswa dengan memberikan tuduhan bahwa mereka ditunggangi oleh partai politik tanpa bukti yang kuat,” ujar Guntur melalui layanan pesan yang dikutip Rabu (17/6).
BEM Bersatu sebelumnya mengaitkan PDIP dengan demonstrasi mahasiswa dengan mengungkit nama Tiyo Ardianto, mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada. Mobil yang digunakan Tiyo terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik dari Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.
Setyo Sularso sendiri merupakan besan dari Jenderal TNI Andika Perkasa, yang menjadi tokoh utama dalam tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Sementara itu, Ganjar adalah politikus PDI Perjuangan yang sempat diusung partai tersebut dalam pemilihan presiden tahun lalu.
Selain itu, BEM Bersatu juga menyebut kehadiran politisi PDI Perjuangan Andi Widjajanto di tengah demonstrasi, sehingga mengaitkan aksi massa dengan kepentingan partai.
Guntur menilai narasi yang menghubungkan PDIP dengan demonstrasi tersebut terkesan dipaksakan.
“Itu hanya cocokologi,” kata dia.
Ia menegaskan bahwa urusan Pilpres 2024 sudah selesai dan tidak perlu dibahas kembali. Guntur juga menekankan bahwa pilihan politik antar anggota keluarga bisa saja berbeda meskipun salah satu dari mereka masuk dalam tim sukses kandidat.
“Adik dan kakak juga belum tentu memiliki pilihan politik yang sama. Besanan pun belum tentu sejalan dalam hal politik,” ujar Guntur.
Lebih lanjut, ia menilai tindakan mahasiswa yang mengkritik kebijakan pemerintah, seperti tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG), adalah hal yang wajar.
Menurut Guntur, isu MBG belakangan bermasalah setelah tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) ditangkap.
“Kritik terhadap MBG datang dari hampir semua lapisan masyarakat, yang sekarang terbukti dengan penangkapan tiga eks pimpinan BGN atas tuduhan korupsi. Apa BEM Bersatu ingin membela koruptor MBG?” tanya Guntur.






