SURABAYA – Semangat inovasi dan kreativitas mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) kembali menggelora. Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) resmi meluncurkan dua mobil karya mahasiswanya yang akan berlaga dalam Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025 tingkat nasional di Jember.
Dalam acara peluncuran yang digelar di halaman FTMM Unair, suasana penuh semangat terpancar dari para mahasiswa yang mengenakan jaket tim berlogo Unair. Dua mobil hasil karya anak muda kampus biru itu tampak mencuri perhatian: Oscar, mobil listrik hasil rancangan Tim KMHE EV-OS, dan Auren, karya Tim Rasena yang mengusung desain urban futuristik.
Dekan FTMM Unair, Prof. Retna Apsari, menyampaikan kebanggaannya terhadap kerja keras dan konsistensi mahasiswa dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan.
“Tahun ini kami mengirim dua tim sekaligus ke ajang KMHE. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FTMM bukan hanya kuat secara teori, tapi juga berani berinovasi dan berkompetisi di tingkat nasional,” ujar Retna di depan awak media, (20/10/25) Senin.
Ia menambahkan, keberhasilan dalam kompetisi bukan semata diukur dari piala, namun dari proses pembelajaran dan kolaborasi lintas disiplin yang terjadi di balik layar.
“Kami ingin mahasiswa belajar teamwork, ketangguhan, dan problem solving di lapangan. Kalau pun belum juara utama, setidaknya kita bisa membawa pulang penghargaan desain terbaik,” imbuhnya optimistis.
Ajang KMHE 2025 sendiri akan dimulai pada Kamis (23/10/2025) dengan tahap pemeriksaan kendaraan (scrutineering), dilanjut latihan resmi (practice day) pada Jumat (24/10/2025), dan puncak lomba berlangsung pada akhir pekan (26/10/2025) di sirkuit Universitas Jember.
Sementara itu, Yoga Uta Nugraha, dosen pembimbing sekaligus pengajar Teknik Elektro FTMM, menjelaskan bahwa tim telah melakukan banyak pembenahan sejak tahun lalu, mulai dari sistem kelistrikan hingga transmisi mekanis.
“Kami belajar dari pengalaman sebelumnya. Tahun ini efisiensi energi dan sistem mekanikal menjadi fokus utama perbaikan,” tutur Yoga.
Mobil Oscar kini mampu menempuh jarak hingga 400–500 kilometer per kilowatt hour (kWh) setelah dilakukan perbaikan pada bobot rangka, sistem penggerak, dan aerodinamika bodi. Hasil ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Kami menghitung ulang efisiensi daya dan memangkas komponen yang tak perlu agar lebih ringan. Targetnya, performa mobil lebih stabil dan efisien di lintasan,” jelasnya.
Sementara itu, Auren yang menjadi andalan tim Rasena tampil dengan desain bodi yang lebih dinamis dan sistem baterai yang telah dioptimalkan. Bentuknya yang ramping dan futuristik menunjukkan perpaduan antara keindahan desain dan efisiensi energi.
Yoga juga menyoroti tantangan tahun ini, yakni lintasan yang lebih kompleks dengan kontur naik-turun. Namun hal itu justru membuka peluang untuk strategi regeneratif.
“Kami memanfaatkan energi dari sistem pengereman untuk mengisi ulang daya baterai. Jadi saat menuruni lintasan, mobil bisa menghasilkan energi sendiri,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Menjelang keberangkatan ke Jember, kedua tim terus melakukan simulasi dan uji performa di lapangan. Para mahasiswa terlihat antusias, saling berbagi strategi, dan memastikan setiap detail teknis berjalan sempurna.
“Secara teori semua sudah siap. Sekarang tinggal pembuktiannya di lintasan nanti,” pungkasnya.
Lewat keikutsertaan di KMHE 2025, FTMM Unair menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan inovasi hijau dan teknologi ramah lingkungan, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing di dunia teknik dan energi masa depan.





