Dalam sebuah kesempatan yang penuh kehangatan dan refleksi, Presiden terpilih Prabowo Subianto secara terbuka menyinggung perjalanan politiknya yang penuh warna, termasuk tiga kekalahannya dalam kontestasi pemilihan presiden sebelum akhirnya meraih kemenangan di tahun 2024. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Perayaan Natal Nasional 2025 yang diselenggarakan di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin, 5 Januari 2026.
Perjalanan politik Prabowo memang telah melalui berbagai tahapan. Setelah empat kali berpartisipasi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres), ia mengakui bahwa tiga di antaranya berujung pada kekalahan. Kekalahan terakhirnya terjadi pada tahun 2019, di mana ia harus berhadapan dengan Presiden Joko Widodo yang saat itu menjabat sebagai petahana. Namun, perjuangan tersebut tidak sia-sia, karena pada Pilpres 2024, ia berhasil memenangkan kontestasi dan akan segera dilantik sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia.
Kilas Balik Tiga Kekalahan dan Lelucon Politik
Mengulas kembali masa lalu, Prabowo dengan nada jenaka melontarkan sebuah seloroh terkait penyebab kekalahannya di masa lalu. Ia berkelakar bahwa salah satu alasan mengapa ia tidak meraih kemenangan dalam beberapa pilpres sebelumnya adalah karena tidak mendapatkan dukungan dari Luhut Binsar Pandjaitan, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dewan Ekonomi Nasional dan sebelumnya adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. Pada masa-masa tersebut, Luhut diketahui lebih condong memberikan dukungannya kepada Joko Widodo.
“Soalnya waktu itu Pak Luhut enggak dukung saya, sih,” ujar Prabowo disambut gelak tawa hadirin. Lelucon ini menunjukkan sisi lain dari Prabowo yang mampu melihat dinamika politik dengan humor, meskipun dalam momen yang serius. Ia menyiratkan bahwa dukungan dari tokoh-tokoh penting memang memiliki peran dalam sebuah kontestasi politik, namun pada akhirnya, keputusan ada di tangan rakyat.
Program Makan Bergizi Gratis dan Spekulasi Pilpres 2029
Lebih jauh, Prabowo juga menyinggung mengenai program andalannya, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu janji kampanye utamanya. Ia mengungkapkan bahwa ada pihak-pihak yang menuduhnya merancang program MBG semata-mata untuk meraih simpati dan kembali dipilih pada Pemilihan Presiden tahun 2029 mendatang.
Menanggapi tudingan tersebut, Prabowo memberikan pandangannya dengan bijak. Ia menegaskan bahwa keputusan apakah dirinya akan kembali maju dan dipilih oleh rakyat pada Pilpres 2029 sepenuhnya bergantung pada kehendak rakyat dan takdir ilahi.
“Ada yang nuduh, ada. Oh, Prabowo bikin MBG ini supaya nanti 2029 dia dipilih kembali. Selalu berpikir negatif,” kata Prabowo dengan nada santai. Ia melanjutkan, “Tapi kalau rakyat milih saya tahun 2029, apa salah saya? Iya kan? Kalau Tuhan mengizinkan.”
Pernyataan ini menunjukkan keyakinan Prabowo pada demokrasi dan kedaulatan rakyat. Ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali berkontestasi jika memang rakyat menghendakinya, namun ia juga menekankan bahwa segala sesuatu berada di bawah kendali Tuhan Yang Maha Esa.
“Kalau Tuhan tidak mengizinkan, saya buat apa saja tidak akan terjadi, bener nggak?” tandasnya, menegaskan bahwa pada akhirnya, semua adalah kehendak Sang Pencipta. Hal ini juga bisa diartikan sebagai pengingat bahwa upaya terbaik yang dilakukan oleh manusia tetap harus diserahkan kepada kekuatan yang lebih besar.
Prabowo menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis adalah sebuah upaya tulus untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa, bukan sekadar alat politik sesaat. Ia berharap agar program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. Perayaan Natal Nasional ini menjadi saksi bisu atas refleksi seorang pemimpin yang telah melewati berbagai rintangan politik, dan kini siap mengemban amanah rakyat dengan visi yang lebih besar untuk masa depan Indonesia.




