Kristen Stewart Ingin Sutradarai Remake Film Twilight dengan Visi Baru
Kristen Stewart, aktris yang namanya meroket berkat perannya sebagai Bella Swan dalam saga film Twilight, baru-baru ini mengungkapkan ambisinya yang besar: ia ingin kembali ke dunia yang telah melambungkan namanya, namun bukan sebagai pemeran, melainkan sebagai sutradara untuk sebuah remake film tersebut. Keinginan ini muncul seiring dengan perayaan debut penyutradaraannya melalui film The Chronology of Water yang dijadwalkan rilis pada tahun 2025.
Dalam sebuah kesempatan di Palm Springs International Film Festival Creative Impact Awards, Stewart, yang kini berusia 35 tahun, berbicara blak-blakan mengenai mimpinya untuk mengambil alih kursi sutradara dengan menawarkan perspektif baru yang lebih matang dan memanfaatkan sumber daya yang lebih memadai.
Twilight di Mata Sang Bella Swan
Stewart, yang telah lama memendam hasrat untuk menyutradarai, membagikan pandangannya kepada wartawan Entertainment Tonight. Ia ditanya mengenai kemungkinan untuk menggarap ulang film Twilight, sebuah fenomena global yang pertama kali dirilis pada tahun 2008 dan kemudian melahirkan lima sekuel yang sangat populer.
Menurut Stewart, film Twilight versi awal memiliki keunikan tersendiri dengan nuansa yang “sangat apa adanya, aneh, dan agak seperti orang gila”. Namun, ia yakin bahwa dengan dukungan anggaran yang signifikan dan kebebasan kreatif yang memadai, ia mampu menghadirkan adaptasi baru yang mampu menangkap esensi novel romantis vampir karya Stephenie Meyer dengan cara yang berbeda.
“Bayangkan jika kami memiliki anggaran besar dan banyak cinta serta dukungan. Entahlah, saya ingin sekali mengadaptasinya kembali. Ya, tentu, saya akan membuat remake-nya. Saya akan melakukannya! Saya berkomitmen!” seru Stewart penuh semangat. Pernyataan ini menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan visi tersebut.

The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2. Dok. Prime Video
Menghargai Jejak Langkah Para Pendahulu
Dalam kesempatan yang sama, Stewart tidak lupa untuk memberikan apresiasi mendalam kepada para sutradara yang telah berjasa menggarap film-film Twilight sebelumnya. Ia secara khusus menyebut nama Catherine Hardwicke, sutradara film pertama, serta Chris Weitz dan sutradara lainnya yang terlibat dalam saga tersebut.
“Saya suka apa yang dilakukan Catherine (Hardwicke), saya suka apa yang dilakukan Chris (Weitz), saya suka apa yang dilakukan semua sutradara dengan film-film itu,” ujarnya, menunjukkan rasa hormatnya terhadap kontribusi mereka.
Bahkan pada bulan lalu, Stewart secara eksplisit memuji kepemimpinan Hardwicke dalam Twilight dalam sebuah wawancara dengan The Hollywood Reporter. Ia menegaskan, “Film Twilight itu miliknya dan mencerminkan dirinya, Catherine berhasil melakukannya, tanpa diragukan lagi.” Pujian ini menggarisbawahi pengakuannya atas visi artistik yang dibawa Hardwicke dalam film yang melambungkan namanya.
Perilisan The Chronology of Water pada tahun 2025 menandai babak baru dalam karier Kristen Stewart sebagai seorang sutradara. Ia menjelaskan alasan di balik pergeseran fokus kariernya ini. “Saya telah bekerja di film orang lain sepanjang hidup saya, sejak saya berusia sembilan tahun, dan saya merasa semuanya telah mengarah ke momen ini untuk menemukan sedikit ruang bagi diri saya sendiri. Ini adalah apa yang selalu ingin saya lakukan sepanjang hidup saya,” ungkapnya, menyiratkan bahwa penyutradaraan adalah panggilan jiwanya yang telah lama terpendam.
Perlu dicatat bahwa Kristen Stewart bukanlah satu-satunya figur yang tertarik untuk menghidupkan kembali kisah Twilight. Pada tahun 2023, Lionsgate mengumumkan sedang dalam proses pengembangan adaptasi Twilight baru, dengan keterlibatan Stephenie Meyer, penulis novel aslinya. Meskipun demikian, rincian lebih lanjut mengenai proyek serial ini belum diungkapkan oleh studio tersebut. Munculnya keinginan Stewart untuk menyutradarai remake ini bisa jadi memberikan dimensi baru pada diskusi mengenai masa depan franchise legendaris ini di layar lebar.





