Daerah  

Siswa Beragama Buddha SMP N 4 Sungailiat Peringati Magha Puja 2570 BE / 2026 M

BANGKA – UPTD SMP N 4 Sungailiat, mengelar acara Dialog Interaktif dengan tema “Ovada Patimokha Teladan Harmoni di Era Digitalisasi” dalam rangka peringatan hari raya Magha Puja ke 2570 Buddhis Era / 2026 Masehi.

Acara dilaksanakan pada hari Selasa (03/03/2026) bertempat di ruang belajar Pendidikan Agama Buddha UPTD SMP Negeri 4 Sungailiat dengan pembicara utama Tukar, S.Ag.

Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti UPTD SMP Negeri 4 Sungailiat, Yatinem, S.Ag mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid yang beragama Buddha kelas 7 dan 8 yang yang berjumlah 76 orang.

Adapun tujuan digelarnya dialog interaktif ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran moral untuk menjaga pikiran, ucapan dan perbuatan jasmani di era digital.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan sikap toleransi dan harmoni, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan reflektif dalam menghadapi permasalahan nyata, seperti cyberbullying, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP N 4 Sungailiat, Masrina Rulita, S.Pd.Bio, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat menginspirasi dengan kondisi yang sedang dihadapi generasi muda di era digitalisasi ini.

Tantangan terbesar, yaitu bijak dalam penggunaan gadget (HP) bagi pelajar. Bijak menggunakan gadget berarti mengendalikan teknologi agar tetap produktif dan sehat, bukan dikendalikan olehnya.

Kuncinya adalah adalah membatasi waktu belajar, menyaring konten yang berkualitas, menjaga etika sosial, dan memastikan adanya aktivitas fisik, tujuannya agar kesehatan mental dan fisik terjaga dan terhindar dari kecanduan, dan tetap fokus.

Kegiatan ini sangat menginspirasi dan sangat perlu dilakukan untuk generasi muda di era digitalisasi. Kami berharap anak didik kami bisa cerdas menggunakan media sosial dan gunakan kemudahan teknologi ini dengan cerdas dan bijak,” urai nya.

Tunar, S.Ag, selaku pemateri, yang juga merupakan Kepala UPTD SD N 23 Sungailiat menyampaikan materi yang intinya Magha Puja memperingati 4 peristiwa penting (Caturangasannipata), yaitu peristiwa berkumpulnya 1250 bhikhu tanpa diundang.

1250 bhikkhu tersebut telah mencapai tingkat kesucian Arahat, dan semua bhikkhu ditahbiskan langsung oleh Buddha.

Buddha menyampaikan Ovada Patimokha (jangan berbuat jahat, tambahlah kebajikan, sucikan batin dan pikiran).

Dalam meneladani isi Ovada Patimokha sebagai remaja Buddhis bisa bersikap bijak di era digitalisasi, misalnya bijak dalam bermedia sosial (berpikir sebelum memposting, menghindari komentar yang kasar, tidak menyebarkan hoaks, dll) dan menggunakan media sosial untuk inspirasi dan edukasi.