News  

Kecelakaan Maut di Jember, Dua Pelajar Tewas dalam Kecelakaan Beruntun

Kecelakaan Beruntun di Jember Tewaskan Dua Pelajar

Kecelakaan beruntun yang terjadi di jalur utama Jember–Lumajang menewaskan dua pelajar. Insiden ini melibatkan sepeda motor, mobil, dan truk gandeng, sehingga memicu kericuhan di lokasi kejadian. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (23/4/2026) sore di Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Korban Tewas adalah Pelajar SMK

Dua korban tewas dalam kecelakaan ini adalah AKM (17), warga Desa Bangsalsari, dan MFM (18), warga Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari. Keduanya merupakan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dan meninggal dunia di tempat kejadian.

Kronologi Kecelakaan

Berdasarkan keterangan dari Satlantas Polres Jember, kecelakaan bermula saat sebuah mobil melaju dari arah Jember menuju Lumajang. Di belakang mobil tersebut, sepeda motor Yamaha Vega ZR dikendarai oleh Mufid dengan Fikri sebagai penumpang mengikuti dari arah yang sama.

Saat melintas di Jalan Raya Jember-Lumajang, tepatnya di Dusun Gadungan, Desa Klatakan, mobil di depan tiba-tiba mengurangi kecepatan. Pengendara motor diduga tidak mampu menjaga jarak aman, sehingga menabrak bagian belakang mobil. Benturan tersebut membuat sepeda motor oleng dan pengendara terjatuh ke sisi kanan jalan.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk gandeng yang dikemudikan seorang warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kecelakaan pun tidak dapat dihindari. Salah satu korban bahkan dilaporkan terlindas roda truk dalam insiden tersebut.

Penyebab Diduga Akibat Kurangnya Kehati-hatian

Kasatlantas Polres Jember, AKP Bagas Simarmata, menyatakan bahwa kecelakaan diduga disebabkan oleh kurangnya kehati-hatian pengendara motor. “Dua orang meninggal dalam peristiwa itu. Faktor kecelakaan karena kurang kehati-hatian pengendara,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Proses Evakuasi dan Penyelidikan

Petugas kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban ke Puskesmas Tanggul. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) juga dilakukan hingga malam hari untuk memastikan kronologi kecelakaan. Selain itu, pihak berwajib masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan ini.

Peringatan untuk Pengendara

Insiden ini menjadi peringatan bagi para pengendara untuk selalu menjaga jarak aman dan mematuhi aturan lalu lintas. Kecelakaan beruntun seperti ini bisa terjadi kapan saja jika tidak ada kesadaran dan kewaspadaan dari pengendara.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *