JAKARTA – Komitmen transformasi energi yang dijalankan PLN Nusantara Power (PLN NP) kembali mendapat pengakuan dari negara. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Vice President Technology Development PLN Nusantara Power, Ardi Nugroho, atas kontribusinya dalam pengembangan teknologi co-firing biomassa untuk pembangkit listrik di Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 126/TK/Tahun 2025 dan diserahkan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Teknologi co-firing biomassa menjadi salah satu inovasi strategis PLN NP dalam mendukung transisi energi nasional. Melalui teknologi ini, biomassa dimanfaatkan sebagai substitusi sebagian batu bara pada PLTU dengan menggunakan limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan seperti woodchip, sawdust, sekam padi, hingga cangkang sawit.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti nyata kontribusi PLN NP dalam menghadirkan inovasi energi yang tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“PLN Nusantara Power terus berkomitmen menghadirkan solusi inovatif untuk mendukung transisi energi nasional. Program co-firing biomassa menjadi langkah strategis dalam mengurangi emisi karbon sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal dan ekonomi kerakyatan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh insan PLN NP untuk terus melahirkan inovasi bagi Indonesia,” ujar Ruly.
PLN NP tercatat sebagai pionir pengembangan co-firing biomassa di Indonesia. Setelah memulai riset dan uji coba pada 2018, PLN NP berhasil melaksanakan operasi komersial co-firing pertama di lingkungan PLN Group melalui PLTU Paiton pada Juni 2020. Keberhasilan tersebut kemudian diperluas ke berbagai pembangkit di Indonesia.
Hingga kini, PLN NP telah mengimplementasikan co-firing biomassa secara komersial di 25 PLTU dalam lima tahun terakhir. Bahkan, sejumlah PLTU telah berhasil menjalankan operasi dengan 100 persen biomassa, di antaranya PLTU Bolok di Nusa Tenggara Timur, PLTU Pulang Pisau di Kalimantan Tengah, serta PLTU Tidore di Maluku Utara.
Keberhasilan program tersebut juga tercermin dari capaian operasional PLN NP. Sepanjang 2025, program co-firing biomassa berhasil menghasilkan energi hijau sebesar 1.041 GWh dan menurunkan emisi karbon hingga 1,17 juta ton CO₂e. Sementara pada kuartal pertama 2026, PLN NP kembali mencatatkan produksi energi hijau sebesar 245 GWh dengan reduksi emisi mencapai 286 ribu ton CO₂e.
Ardi Nugroho menyampaikan bahwa pengembangan co-firing biomassa merupakan hasil kolaborasi dan semangat inovasi seluruh insan PLN NP dalam menjawab tantangan energi masa depan.
“Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar. Melalui inovasi co-firing, kami berupaya menghadirkan solusi energi yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di sekitar masyarakat. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mendukung target Net Zero Emissions 2060,” kata Ardi.
Melalui inovasi berkelanjutan, PLN Nusantara Power terus memperkuat perannya sebagai perusahaan pembangkitan yang adaptif terhadap tantangan masa depan sekaligus menjadi motor penggerak transisi energi Indonesia menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.






