Kondisi Nur Rohmah Setelah HP Disita Oleh Erin
Kasus dugaan penganiayaan terhadap mantan pembantunya, Herawati, kini memicu perhatian publik terhadap situasi yang dialami oleh Nur Rohmah, ART yang kini bekerja di bawah naungan Erin, mantan istri Andre Taulany. Dalam kasus ini, Nur mengaku bahwa ponselnya disita oleh Erin, yang menyebutkan bahwa ia akan mengembalikan ponsel tersebut setelah mendapatkan ART pengganti.
Penyebab HP Disita
Erin, yang sebelumnya menyangkal tudingan penyitaan ponsel, akhirnya mengakui bahwa dirinya sengaja menyita ponsel Nur. Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk mencegah kemungkinan adanya intervensi dari pihak lain yang mungkin memengaruhi proses hukum atau investigasi terkait kasus penganiayaan yang sedang berlangsung.
“Ya, karena kan memang gara-gara kejadian ini jadi handphone memang saya pegang dulu nih,” ujar Erin dalam sebuah wawancara. “Karena mereka sempat, ya ini tahu sendiri kan, ini buat bukti segala macam kan takut dipengaruhi dari sisanya mereka kan. Jadi ya saya amankan.”
Perasaan Nur dan Suaminya
Nur, yang kini hanya memiliki satu orang ART di rumah Erin, mengatakan bahwa ia tidak tahu alasan pasti mengapa ponselnya ditahan. Ia juga tidak bisa memastikan kapan ponsel itu akan dikembalikan. “Belum ditentukan. Nanti katanya dikasih, intinya kalau udah ada gantinya (ART baru), mungkin handphonennya juga dikasih,” jelas Nur.
Sementara itu, suaminya, Rahmat, mengungkapkan kecemasannya terhadap kondisi istrinya. Ia mengaku datang dari Cianjur, Jawa Barat, karena khawatir dengan ketidakmampuan Nur untuk dihubungi selama tiga minggu lamanya. “Saya dari kampung tuh hari Jumat, sempat ke rumah Pak RT nyari nanya-nanya. Soalnya takut kan kalo enggak lapor, takut kenapa-kenapa,” ceritanya.
Pertemuan Langsung dengan Erin
Setelah mendapatkan izin dari Ketua RT, Rahmat akhirnya bertemu dengan Erin. Dalam pertemuan tersebut, ia mengaku telah meminta maaf atas kegaduhan yang ia timbulkan. “Saya sudah minta maaf sama Bu Erin atas kegaduhan saya tadi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini Nur hanya menunggu kehadiran ART pengganti. “Sementara istri saya nunggu gantinya aja. Sudah itu aja,” tambahnya. Rahmat mengungkapkan rasa lega setelah memastikan bahwa istrinya dalam kondisi baik-baik saja.
Kondisi Emosional Nur
Nur mengaku merasa was-was dan trauma selama masa penahanan ponselnya. “Istri saya itu mau pulang, enggak betah, takut, was-was, trauma,” kata Rahmat sambil menangis. Ia juga mengkhawatirkan kemungkinan Nur kabur jika tidak diperbolehkan pulang.
Meski begitu, Nur mengungkapkan rasa lega setelah bertemu dengan suaminya. “Alhamdulillah, tenang, tenang, enggak apa-apa. Karena kalau misalkan enggak ketemu kan termakan berita-beritanya juga berlebihan kan. Jadi saya juga khawatir karena enggak ada komunikasi,” ujarnya.
Penutup
Dengan situasi yang tengah berlangsung, Nur dan Rahmat berharap agar masalah ini segera selesai dan dapat memberikan ketenangan bagi semua pihak yang terlibat. Erin, di sisi lain, tetap mempertahankan pendiriannya bahwa tindakan penyitaan ponsel dilakukan sebagai bagian dari proses hukum dan keamanan.





